PUBLIKAINDONESIA.COM, LIMAPULUH KOTA – Perjuangan luar biasa ditunjukkan 14 siswa kelas IX UPTD SMP Negeri 4 Kecamatan Kapur IX, Nagari Galugua, Kabupaten Limapuluh Kota. Demi mengikuti ujian TKA berbasis komputer, mereka harus naik ke perbukitan Batu Sampik sejauh kurang lebih 6 kilometer, Rabu (8/4/2026).


Langkah ini bukan tanpa alasan. Di lingkungan sekolah mereka, akses internet masih sangat terbatas bahkan nyaris tidak tersedia, sehingga ujian berbasis online tidak bisa dilaksanakan secara normal.
Dengan tekad kuat, para siswa bersama guru pengawas berangkat menuju titik yang memiliki sinyal lebih stabil. Di atas perbukitan, mereka mengerjakan ujian di bawah tenda darurat, menggunakan laptop pinjaman dan memanfaatkan ponsel sebagai hotspot.
Meski harus menghadapi terik matahari dan kondisi serba terbatas, semangat mereka tak surut. Satu per satu siswa berjuang login ke sistem ujian yang kerap tersendat akibat jaringan yang tidak stabil.
Guru pendamping, Sauki Alfajri, mengungkapkan bahwa kendala utama memang terletak pada akses jaringan.
“Peserta dan pengawas bahkan harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk ke sistem. Tapi alhamdulillah, semua siswa berhasil login, mengerjakan soal, dan mengunggah hasil ujian,” jelasnya.
Tak hanya soal jaringan, keterbatasan fasilitas juga menjadi tantangan tersendiri. Sebanyak 14 unit laptop yang digunakan merupakan hasil pinjaman dari berbagai pihak demi kelancaran ujian.
Salah satu siswa mengaku kondisi sinyal di sekolah memang sangat sulit.
“Di sekolah kami memang susah sinyal internetnya,” ujarnya singkat.
Kondisi ini pun menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Wali Nagari Galugua, Wendriadi, menyebut bahwa pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan tower BTS ke pemerintah daerah.
Ia berharap usulan tersebut segera direalisasikan agar ke depan para siswa tidak lagi harus mendaki bukit hanya untuk mengikuti ujian.
Peristiwa ini menjadi potret nyata ketimpangan akses digital di daerah. Di tengah era serba online, masih ada siswa yang harus berjuang ekstra demi mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Namun di balik keterbatasan itu, tersimpan semangat juang luar biasa dari para siswa dan guru membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.
#PendidikanIndonesia #SiswaBerjuang #AksesInternet #DigitalDivide #LimapuluhKota #SumateraBarat #PendidikanDaerah #UjianOnline #Inspirasi #BeritaIndonesia #InternetUntukSemua

