PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mengawal sukses Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, khususnya melalui penguatan dan pemerataan jaringan internet di seluruh wilayah Kalsel.


Komitmen tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kalsel melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang membahas kesiapan daerah menghadapi seluruh tahapan Pemilu mendatang.
Mashudi menyebutkan, ketersediaan jaringan internet menjadi salah satu faktor kunci dalam penyelenggaraan Pemilu modern. Peran teknologi informasi kini menyentuh hampir seluruh proses demokrasi, mulai dari pendataan pemilih, pelaporan hasil, hingga distribusi informasi ke masyarakat.
“Pembahasan hari ini lebih menitikberatkan pada dukungan jaringan internet dalam rangka menyukseskan Pemilu yang akan datang. Tentu hal ini akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Mashudi di Banjarmasin, Rabu (28/1/2026).
Dalam RDP tersebut, Komisi I DPRD Kalsel menyoroti pentingnya koordinasi dan sinkronisasi lintas instansi, baik dalam pelaksanaan tugas harian maupun persiapan Pemilu. Tujuannya agar seluruh data yang digunakan terintegrasi, akurat, dan selaras secara nasional.
“Arahan dari Komisi I jelas, semua instansi harus selalu berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi agar data yang digunakan satu dan terintegrasi secara nasional,” jelas Mashudi.
Terkait kondisi infrastruktur digital, Mashudi mengakui masih terdapat sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan yang belum terjangkau jaringan internet atau blank spot. Saat ini, persentase wilayah blank spot di Kalsel masih berada di kisaran 8 persen.
Melalui forum RDP, Diskominfo Kalsel berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor untuk memetakan sekaligus menuntaskan wilayah blank spot secara bertahap, sehingga dukungan infrastruktur digital dapat lebih merata menjelang Pemilu 2029.
“Blank spot kita masih sekitar 8 persen. Ini akan kita petakan dan kondisikan kembali melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ke depan terus bisa diminimalisir,” pungkasnya.
#DiskominfoKalsel #Pemilu2029 #InternetKalsel #DemokrasiDigital #BlankSpot #DPRDKalsel #BeritaKalsel #TransformasiDigital #InfrastrukturDigital
