PUBLIKAINDONESIA.COM, ACEH – Hampir dua bulan pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, puluhan desa hingga kini masih belum menikmati aliran listrik.


Kondisi tersebut terjadi akibat akses jalan menuju lokasi terdampak yang belum sepenuhnya terbuka, sehingga menghambat proses perbaikan jaringan listrik.
Berdasarkan data, desa-desa yang masih mengalami pemadaman listrik tersebar di beberapa kabupaten, yakni Aceh Barat (1 desa), Aceh Tamiang (6 desa), Aceh Timur (3 desa), Aceh Utara (1 desa), Bireuen (1 desa), Bener Meriah (12 desa), Gayo Lues (7 desa), serta Aceh Tengah (29 desa).
Direktur Utama PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa upaya pemulihan pasokan listrik terus dilakukan secara bertahap. Namun, kondisi geografis yang sulit serta kerusakan parah pada infrastruktur jalan menjadi kendala utama dalam menjangkau desa-desa terpencil.
“Pemulihan tetap berjalan, tetapi akses yang terputus akibat bencana membuat perbaikan jaringan listrik di sejumlah wilayah membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga di daerah terdampak masih harus mengandalkan genset dan sumber listrik darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan dasar masyarakat.
PLN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk membuka akses jalan serta mempercepat pemulihan jaringan listrik, agar seluruh desa terdampak dapat kembali menikmati listrik secara normal.
#Aceh #BanjirAceh #LongsorAceh #ListrikPadam #PLN #PemulihanBencana #DesaTerpencil #InfrastrukturRusak #BencanaAlam #AcehBangkit
