PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan bahwa awak pers memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem kebudayaan hingga ke pelosok daerah Indonesia.


Pers dinilai bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga mitra penting dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kebudayaan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon usai beraudiensi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Fadli menekankan bahwa pembangunan kebudayaan di daerah saat ini membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga insan pers.
Menurutnya, pemerintah pusat terus mendorong penguatan ekosistem kebudayaan melalui berbagai kebijakan dan program, di antaranya Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan, penguatan sarana dan prasarana, standardisasi museum, serta pengembangan program budaya digital, film daerah, musik tradisi, hingga manajemen talenta kebudayaan.
Namun demikian, Fadli menilai berbagai intervensi tersebut hanya akan berdampak optimal apabila pemerintah daerah memiliki komitmen yang sejalan dalam menjalankan kebijakan dan program kebudayaan tersebut.
“Semua upaya ini membutuhkan komitmen bersama. Tanpa dukungan dan keseriusan pemerintah daerah, penguatan ekosistem kebudayaan tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.
Melalui inisiatif PWI, Fadli Zon juga menyatakan keterbukaan Kementerian Kebudayaan untuk berkolaborasi lebih jauh dengan insan pers. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pers merupakan elemen kunci dalam memastikan keberlanjutan kebudayaan Indonesia di masa depan.
Sementara itu, Direktur Anugerah Kebudayaan PWI, Yusuf Susilo Hartono, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas wartawan kebudayaan. Menurutnya, wartawan perlu memiliki pemahaman yang utuh terhadap berbagai objek pemajuan kebudayaan, mulai dari tradisi lisan, seni rupa, seni pertunjukan, film, musik, hingga sastra.
“Wartawan kebudayaan perlu memiliki panduan dan pemahaman substantif agar mampu menulis isu kebudayaan secara tepat, mendalam, dan bertanggung jawab,” kata Yusuf.
Ia juga menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan PWI merupakan bentuk apresiasi kepada kepala daerah yang memiliki kepedulian dan komitmen kuat terhadap pemajuan kebudayaan.
“Hingga saat ini, sebanyak 58 bupati dan wali kota di berbagai daerah telah menerima Anugerah Kebudayaan PWI,” pungkasnya.
#FadliZon #MenteriKebudayaan #PersDanBudaya #PWI #EkosistemKebudayaan #BudayaIndonesia #PelestarianBudaya #BeritaNasional #InfoTerkini #MediaIndonesia
