PUBLIKAINDONESIA.COM KARANG INTAN – Dari balik jeruji besi, secangkir harapan diseduh perlahan. Di Lapas Narkotika Karang Intan, warga binaan tak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga belajar menanam, meracik, hingga memproduksi teh mint sebagai produk unggulan lapas.


Program ini bukan hanya kegiatan pengisi waktu. Warga binaan membudidayakan tanaman mint dengan sistem hidroponik, memanennya secara berkala, lalu mengolahnya menjadi minuman teh mint siap konsumsi.



Produk Orisinal, Jadi Pilot Project Nasional
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyebut produksi teh mint ini merupakan produk olahan orisinal yang pertama di Kalimantan dan menjadi bagian dari program percontohan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
“Produk teh mint ini menjadi pilot project. Ada 17 lapas dan rutan terpilih yang memiliki produk unggulan masing-masing, dan kami memilih teh mint karena belum ada di tempat lain,” ujarnya.
Menurutnya, selain unik, budidaya mint relatif mudah dan memiliki potensi pasar yang menjanjikan.

Bibit dari Dinas Pertanian, Dikelola Warga Binaan
Untuk mendukung keberlanjutan program, pihak lapas bekerja sama dengan dinas pertanian setempat dalam penyediaan bibit tanaman mint. Proses penanaman hingga pengolahan sepenuhnya dikelola warga binaan bersama satuan kerja lapas.
Sistem hidroponik dipilih karena lebih efisien dan mudah dirawat. Daun mint yang dipanen kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi produk teh mint dengan cita rasa segar.

Tantangan di Pemasaran
Meski produksi berjalan baik, tantangan terbesar saat ini ada pada aspek pemasaran. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk memajang dan menjual produk saat kegiatan car free day.
Hasilnya cukup menggembirakan. Respons masyarakat dinilai positif, bahkan banyak yang merasa cocok dengan rasa dan aroma teh mint produksi lapas tersebut.

Namun, perlu strategi pemasaran yang lebih luas agar produk ini bisa menjangkau pasar yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi sarana pembinaan kemandirian. Harapannya, ketika warga binaan kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki keterampilan dan pengalaman usaha yang bisa dikembangkan,” Pungkas Kalapas.
Dari kebun hidroponik sederhana di dalam lapas, tumbuh bukan hanya tanaman mint tetapi juga optimisme dan kesempatan kedua.
#LapasKarangIntan #Pemasyarakatan #WargaBinaan #TehMint #ProdukUnggulan #KalimantanSelatan #PembinaanKemandirian #Hidroponik #UMKM #Inspiratif #BeritaKalsel #Trending
