PUBLIKAINDONESIA.COM, LOTENG– Narasi kontroversial kembali muncul dari pernyataan seorang kepala daerah terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Kali ini, sorotan tertuju pada Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri, yang meminta agar kasus dugaan keracunan MBG tidak dibesar-besarkan oleh media.
Pernyataan tersebut disampaikan Lalu Pathul Bahri pada Minggu (8/2/2026). Ia menilai insiden keracunan dalam pelaksanaan program nasional itu sebagai sesuatu yang masih wajar secara statistik, mengingat jumlah penerima manfaat MBG mencapai sekitar 60 juta orang di seluruh Indonesia.
Menurutnya, jika terjadi kasus keracunan dalam skala tersebut, maka angkanya masih sangat kecil dan dapat dimaklumi.
“Dalam kehidupan berbicara tentang demokrasi, berbicara tentang sosial, wajar nggak itu? Kan hal yang wajar,” ujar Lalu Pathul Bahri.
Ia bahkan menyebut, secara persentase, angka kejadian keracunan masih berada di kisaran 0,00001 sekian, sehingga dinilai tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Pernyataan itu sontak menuai reaksi publik, lantaran dinilai terkesan menyepelekan keselamatan anak-anak, yang sejatinya menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis.
MBG sendiri dirancang sebagai program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Lalu Pathul Bahri secara khusus meminta agar wartawan tidak membesar-besarkan kasus keracunan MBG, termasuk insiden yang terjadi di Lombok Tengah. Ia berharap pemberitaan tetap proporsional dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Namun di sisi lain, sejumlah pihak menilai bahwa setiap kasus keracunan, sekecil apa pun angkanya, tetap harus menjadi perhatian serius.
Pasalnya, program yang menyasar anak-anak menyangkut langsung nyawa, kesehatan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
#MBG #MakanBergiziGratis #KeracunanMBG #BupatiLoteng #LombokTengah #IsuPublik #BeritaNasional #KesehatanAnak #ProgramPemerintah #KontroversiPejabat #BeritaViral
