PUBLIKAINDONESIA.COM, ACEH TAMIANG– Setelah terisolasi akibat banjir bandang, akses utama menuju Kampung Sekumur, Kecamatan Sekrak, Kabupaten Aceh Tamiang, akhirnya berhasil dibuka.


Jalur vital yang sebelumnya tertutup lumpur tebal dan kayu gelondongan kini kembali bisa dilalui kendaraan berkat kerja cepat Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group.
Banjir bandang yang menerjang pada 26 November lalu meninggalkan luka mendalam. Kampung Sekumur menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
Dari sekitar 276 rumah warga, hampir seluruhnya hancur tersapu arus deras. Hanya delapan unit rumah yang tercatat mengalami kerusakan berat, sementara sisanya rata dengan tanah.
Tak hanya permukiman yang luluh lantak, akses jalan utama menuju kampung juga tertutup total. Lumpur setebal beberapa meter dan tumpukan kayu besar membuat kampung tersebut nyaris terputus dari dunia luar. Distribusi bantuan kemanusiaan pun sempat terhambat.
Kapten Rescue Jhonlin Group, Rahmatullah, mengatakan timnya bergerak cepat setelah menerima laporan dari Datok Penghulu setempat terkait kondisi kampung yang terisolasi.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya kerusakan di lokasi, tetapi juga medan berat menuju titik bencana. Jarak yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten, ditambah longsor di sejumlah ruas jalan, membuat mobilisasi alat berat tidak bisa dilakukan secara instan.
“pascakejadian, masyarakat baru mulai menerima bantuan karena akses yang sangat terbatas. Setelah alat berat perlahan bisa masuk dan bekerja membuka jalan, proses distribusi bantuan menjadi jauh lebih mudah,” ujar Rahmatullah.
Ia menegaskan, proses pembukaan akses dilakukan secara terpadu melibatkan tim rescue, operator alat berat, hingga mekanik, demi memastikan pekerjaan berjalan cepat dan aman.
Datok Penghulu Kampung Sekumur, Sofian Iskandar, menggambarkan dahsyatnya banjir bandang yang datang disertai kayu gelondongan. Ketinggian air disebut mencapai tujuh hingga sepuluh meter, menyapu jalan dan rumah warga dalam waktu singkat.
Menurutnya, tanpa bantuan alat berat, hampir mustahil akses jalan bisa dibuka secara manual.
“Atas nama masyarakat Kampung Sekumur, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran alat berat Jhonlin Group. Alhamdulillah, sekarang jalan sudah terbuka dan kendaraan sudah bisa langsung masuk ke lokasi,” kata Sofian.
Terbukanya akses jalan menjadi titik awal pemulihan Kampung Sekumur. Selain memperlancar distribusi logistik dan bantuan lanjutan, akses tersebut juga memberi harapan baru bagi warga untuk mulai menata kembali kehidupan pascabencana.
Kini, roda bantuan bergerak lebih cepat. Kampung yang sempat terisolasi perlahan kembali terhubung.
#AcehTamiang #KampungSekumur #BanjirBandang #SolidarityForHumanity #JhonlinGroup #AksiKemanusiaan #BantuanBencana #Rescue #BeritaAceh #PemulihanBencana
