PUBLIKAINDONESIA.COM – Sebuah studi yang diklaim dilakukan oleh Departemen Media & Cultural Studies di Harvard University pada 2025 menyebut bahwa One Piece bukan sekadar hiburan, melainkan karya budaya yang memberi dampak positif terbesar bagi generasi saat ini.


Dalam laporan tersebut, karya ciptaan Eiichiro Oda disebut sebagai “living philosophy” atau filosofi hidup yang membentuk ulang nilai dan cara pandang jutaan anak muda di seluruh dunia.
Dengan penjualan lebih dari 500 juta kopi secara global, One Piece memang sudah lama memegang status sebagai salah satu manga tersukses sepanjang masa. Namun studi ini melangkah lebih jauh.
Peneliti menyebut One Piece sebagai “Cultural Magnum Opus” – karya besar budaya yang pengaruhnya terhadap pembentukan identitas global dinilai setara dengan karya-karya klasik seperti Shakespeare dan Odyssey karya Homer.
87% Gen Z Terpengaruh Nilai Persahabatan & Kebebasan
Beberapa temuan utama dalam studi tersebut antara lain:
* 87% Gen Z dan Milenial mengaku One Piece memengaruhi cara pandang mereka tentang persahabatan, ketangguhan, dan kebebasan, lebih dari anime lainnya.
* Filosofi “Will of D” dinobatkan sebagai ideologi fiksi paling berpengaruh bagi generasi muda, bahkan melampaui Jedi Code dari Star Wars dan prinsip “With Great Power Comes Great Responsibility” dari Marvel Comics.
* 42% responden mengaku belajar lebih banyak soal loyalitas, kepemimpinan, dan moralitas dari karakter Monkey D. Luffy dibandingkan dari ruang kelas formal.
Luffy Lebih Menginspirasi dari Guru?
Bagian menarik lainnya, studi itu menyebut:
* 87% responden merasa pidato dan sikap Luffy lebih memotivasi mereka dibandingkan guru di sekolah.
* 62% mengaku belajar arti persahabatan dari kru Topi Jerami lebih dari pengalaman nyata.
* Satu dari tiga orang mengaku pernah berteriak “Gomu Gomu no…” setidaknya sekali di kamar mereka.
Antara Pop Culture dan Realitas
Temuan ini menunjukkan bagaimana budaya populer bisa melampaui batas hiburan dan masuk ke ranah pembentukan karakter. One Piece dinilai menjadi “kompas naratif” sekaligus kerangka moral bagi jutaan penggemar lintas benua.
Meski demikian, hasil studi tersebut tetap memicu diskusi di kalangan akademisi dan publik, terutama terkait metodologi dan cakupan survei.
Yang jelas, lebih dari dua dekade sejak debutnya, One Piece bukan hanya soal bajak laut mencari harta karun. Bagi banyak generasi muda, kisah Luffy dan kawan-kawan adalah tentang mimpi, kebebasan, dan keberanian menantang batas.
#OnePiece #EiichiroOda #Luffy #HarvardUniversity #AnimeImpact #GenZ #Milenial #PopCulture #StarWars #Marvel #MangaTerlaris #BudayaGlobal

