PUBLIKAINDONESIA.COM, BALANGAN – Upaya menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Balangan. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), pasar murah kembali digelar di Desa Pamurus, Kecamatan Juai, Kamis (15/1/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengendalian inflasi daerah agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ramah di kantong. Berbagai komoditas pokok disediakan, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, hingga kebutuhan dapur lainnya.
Kepala Bidang Kemetrologian dan Stabilitas Harga Disperindag Balangan, Ika Noor Maulida, mengatakan pasar murah ini bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
“Hari ini kami melaksanakan pasar murah di Desa Pamurus dengan bekerja sama bersama Dinas Ketahanan Pangan melalui Gerai Pangan Murah. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan keempat di awal tahun 2026,” ujar Ika.
Ia menegaskan, pasar murah akan terus digelar secara bertahap di berbagai wilayah sebagai langkah konkret pemerintah daerah menjaga daya beli masyarakat.
Respons positif datang dari Pemerintah Desa Pamurus. Kepala Desa Pamurus, Jarkasi, mengaku sangat mengapresiasi pelaksanaan pasar murah di desanya karena dinilai tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah melalui Disperindag Balangan. Pasar murah ini sangat membantu masyarakat kami. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan di Desa Pamurus,” ucap Jarkasi.
Antusiasme warga pun terlihat sejak pasar murah dibuka. Salah satu warga Desa Pamurus, Rahmah, mengaku sangat terbantu karena bisa membeli kebutuhan dapur dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Disperindag Balangan. Pasar murah ini sangat membantu kebutuhan dapur kami sehari-hari,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
