PUBLIKA INDONESIA, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan. Berdasarkan rilis inflasi minggu ketiga Februari dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, angka inflasi di Kalimantan Selatan tercatat mengalami sedikit penurunan.


Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menyampaikan kondisi tersebut patut disyukuri karena menunjukkan harga kebutuhan pokok mulai terkendali.
“Alhamdulillah, inflasi kita sedikit menurun karena beberapa harga pokok sudah terkendali. Namun memang masih ada komoditas yang relatif tinggi seperti harga emas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan masyarakat selama Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga, sehingga diperlukan langkah pengendalian yang lebih intensif. Untuk menekan potensi lonjakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan terus menggencarkan pasar murah di berbagai wilayah.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar serta meningkatkan koordinasi dengan pemasok dan distributor guna memastikan distribusi barang tetap lancar dan harga stabil.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap sinergi bersama TPID, Dinas Perdagangan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga stabilitas harga selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi terkendali.
