PUBLIKAINDONESIA,GAMBUT – Polda Kalimantan Selatan resmi meresmikan gedung baru Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) sebagai fasilitas pendukung penegakan hukum berbasis scientific investigation. Dengan hadirnya laboratorium ini, proses pemeriksaan barang bukti di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kini dapat dilakukan langsung di Gambut tanpa harus dikirim ke Laboratorium Forensik Surabaya.


Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, menuturkan bahwa kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi tonggak penting bagi percepatan penyelidikan dan penyidikan di wilayah hukum Kalsel dan Kalteng.
“Alhamdulillah hari ini kita membuka dan meresmikan gedung baru Bidlabfor. Fasilitas ini diperuntukkan untuk membantu dan memperkuat proses penegakan hukum, baik lidik maupun sidik, serta mengungkap kejadian melalui scientific investigation,” ujarnya usai peninjauan, Kamis (4/12/2025).
Ia menegaskan, Bidlabfor Kalsel tidak hanya melayani kebutuhan forensik di wilayah Kalsel tetapi juga siap membantu Polda Kalimantan Tengah. Dengan begitu, proses identifikasi dan analisis barang bukti yang sebelumnya mengharuskan pengiriman ke Surabaya dapat ditangani secara lokal.
“Ke depannya untuk pemeriksaan forensik tidak perlu lagi ke Surabaya. Selama ini kita menggunakan fasilitas di sana, termasuk dari Polda Kalimantan Tengah. Sekarang Bidlabfor Kalsel siap membantu keduanya,” jelasnya.
Kapolda menambahkan bahwa laboratorium baru tersebut telah dilengkapi perangkat terbaru yang dimiliki jajaran forensik Polri. “Kami yakini mampu menunjang percepatan proses identifikasi dan analisis barang bukti,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kalsel juga mengungkap adanya kebutuhan mendesak terkait pemenuhan jumlah personel di Bidlabfor. Saat ini, dari kebutuhan 57 personel, baru 27 orang yang mengisi posisi di laboratorium tersebut.
“Personel saat ini baru terpenuhi 27 orang dari kebutuhan 57. Saya sudah meminta izin kepada Asisten SDM untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ungkap Irjen Pol. Rosyanto.
Ia menjelaskan bahwa Polri saat ini memiliki 11 laboratorium forensik di Indonesia, termasuk yang baru diresmikan di Kalsel. Untuk penguatan SDM, Polda akan melakukan mapping serta rekrutmen proaktif dengan menyasar lulusan perguruan tinggi lokal.
“Kita akan melakukan mapping dan perekrutan proaktif kepada masyarakat atau adik-adik yang kuliah di perguruan tinggi di Kalimantan Selatan,” katanya.
Menurutnya, setiap personel Bidlabfor harus memiliki kompetensi khusus sesuai tugas laboratorium yang ada di dalam unit tersebut. Karena itu, pemenuhan SDM akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di masing-masing subseksi forensik.
“Personel yang ditugaskan di sini harus memiliki kompetensi khusus. Mereka rata-rata sarjana, misalnya di laboratorium narkoba diperlukan lulusan sarjana kimia dan lainnya,” tutup Kapolda.
