PUBLIKAINDONESIA,MARTAPURA – Peran generasi muda dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah dinilai masih harus terus diperkuat. Kesadaran lingkungan dikatakan berawal dari kemauan pribadi dan kecintaan terhadap alam agar tercipta budaya hidup bersih bersama.

Pesan tersebut disampaikan Juara II Duta Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih) Kabupaten Banjar 2025, Aida Mayasari, dalam talkshow Bakisah (Bijak Kelola Sampah) di Radio Suara Banjar, Kamis (20/11/2025) pagi.
Aida menegaskan bahwa edukasi kebersihan akan lebih efektif bila dimulai dari teladan individu. Pendekatan humanis menurutnya penting, terutama untuk mengajak masyarakat yang masih kurang peduli terhadap sampah.
“Waktu persiapan mengikuti audisi Duta Pepelingasih sangat singkat, hanya tiga hari. Saya menulis tentang minyak jelantah dan cara mengolahnya menjadi biodiesel serta sabun. Produk itu kemudian saya bawa sebagai salah satu poin penilaian,” ujarnya.
Mahasiswi IAID Darussalam Martapura ini menambahkan, ia juga mempersiapkan diri dengan latihan wawancara dan menggali informasi seputar isu lingkungan, perubahan iklim, dan kebersihan.
Dalam sesi yang sama, Juara III Duta Pepelingasih Kabupaten Banjar 2025, Siti Rahmah, mengungkapkan bahwa sinergi antara para duta dan Bank Sampah Sekumpul selama ini terjalin positif. Sejumlah program kebersihan lingkungan bahkan telah direncanakan untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, seperti bantuan dana hibah, yang tentu sangat membantu seluruh program Pepelingasih di Kabupaten Banjar,” ujar mahasiswa STIE Pancasetya Banjarmasin tersebut.
Rahmah juga berpesan kepada generasi muda yang ingin mengikuti ajang Duta Pepelingasih agar mempersiapkan diri secara matang, terutama kemampuan presentasi dan dokumentasi kegiatan nyata di lapangan.
“Perbanyak mencari tahu tentang lingkungan dan solusi permasalahannya. Berikan ide menarik, karena pemuda masa kini adalah pemuda yang peduli lingkungan,” tegasnya.
