PUBLIKAINDONESIA,BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyatakan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru. Zaini, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Ar-Rasyid, mengatakan peningkatan curah hujan disertai angin kencang menjadi perhatian utama, terutama potensi banjir akibat naiknya debit air di sejumlah wilayah.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, BPBD Banjarbaru telah melalui tahapan perencanaan, persiapan, dan kesiapsiagaan. Saat ini fokus utama kami adalah antisipasi banjir, namun potensi bencana lain seperti longsor juga tetap diwaspadai,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Harun menjelaskan, BPBD telah menyusun peta lokasi rawan bencana berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana, yang mencakup kajian bahaya, kerentanan, kapasitas, risiko multi-bencana, hingga identifikasi akar masalah. Dari kajian tersebut dihasilkan rekomendasi umum dan spesifik sebagai dasar penanganan bencana.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah melakukan asesmen di sejumlah titik rawan banjir, termasuk pendataan potensi dampak terhadap warga, rumah, serta fasilitas umum. Selain itu, kesiapan logistik juga terus dipastikan.
“Kami menyiapkan bahan makanan siap saji dan berbagai peralatan penunjang, seperti unit rescue, angkutan serbaguna, tangki air bersih, perahu portable, hingga perahu karet bermesin,” jelas Harun.
Dari sisi sumber daya manusia, BPBD Banjarbaru saat ini didukung 23 personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) yang terbagi dalam dua regu dan bersiaga selama 24 jam secara bergantian.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, BPBD aktif mengikuti koordinasi yang dipimpin BNPB Provinsi Kalimantan Selatan bersama Basarnas, BMKG, TNI, Polri, Kejaksaan, dinas terkait, serta unsur NGO. Sementara secara horizontal, koordinasi dilakukan dengan seluruh SKPD di lingkup Pemkot Banjarbaru dan instansi vertikal yang berkantor di Banjarbaru.
“Peran relawan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) binaan BPBD juga sangat signifikan, terutama dalam pelaporan dini potensi bencana di lapangan,” tambahnya.
Untuk sistem peringatan dini, BPBD telah menempatkan Early Warning System (EWS) banjir di Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Kemuning sebagai penanda awal potensi banjir. Terkait kesiapan logistik, Harun memastikan hingga saat ini stok masih dalam kondisi cukup dan berstatus siaga. Namun jika status dinaikkan menjadi tanggap darurat, pemerintah kota telah menyiapkan langkah strategis, mulai dari pendanaan, relokasi dan penempatan pengungsi, hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita tentu berharap kondisi darurat tidak terjadi. Namun jika itu harus dihadapi, maka tidak ada pilihan lain selain siap dan sanggup,” tegasnya
Selain kesiapsiagaan teknis, BPBD juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kebencanaan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, baik kepada masyarakat umum, sekolah, maupun perkantoran, guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga terhadap ancaman bencana.
BPBD Banjarbaru turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak pra-bencana, memahami status peringatan banjir, mengenali kerentanan wilayah tempat tinggal, menyiapkan tas siaga bencana, serta mengetahui jalur evakuasi dan titik aman terdekat.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko dan dampak bencana,” pungkas Harun.
