PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Atlet-atlet terbaik National Paralympic Committee (NPC) Kalimantan Selatan kembali mengharumkan nama Banua di level internasional. Sebanyak 16 atlet NPC Kalsel resmi memperkuat kontingen Indonesia pada ajang ASEAN Para Games 2026 yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20–26 Januari 2026.


Total, NPC Indonesia menurunkan 290 atlet dari 18 cabang olahraga untuk berlaga di pesta olahraga terbesar penyandang disabilitas se-Asia Tenggara tersebut. Dari ratusan atlet yang dilepas langsung Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, nama-nama atlet asal Kalimantan Selatan turut masuk dalam daftar pejuang Merah Putih.
Ketua NPC Kalimantan Selatan, Sumansyah, mengatakan para atlet Banua siap bersaing dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
“Ada 16 atlet Kalsel yang turut dilepas Menpora Erick Thohir untuk tampil di ASEAN Para Games 2026 Thailand,” ungkap Sumansyah, Selasa (13/1/2026).
Ia merinci, atlet NPC Kalsel akan berlaga di berbagai cabang olahraga. Di antaranya cabang atletik yang diisi Warmia, Seriwati, Ahmad Fauzi, Yahya, Nor Nazwa, dan Ansyari. Sementara catur diperkuat Fajar Alamsyah, menembak oleh Jannah, serta panahan oleh Riyanti Ananda.
Untuk renang, Kalsel menurunkan Nor Aimah, Mulyadi, dan Riyanti. Sedangkan sepak bola CP diisi M. Yahya Hernanda, Ahmad Yusup, dan Mahdianur. Satu atlet lainnya, Muhammad Hasan Asqari, akan berlaga di voli duduk.
“Mereka semua sudah menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan juga SKODI (Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas Indonesia), yang merupakan program nasional Kemenpora RI,” jelas Sumansyah.
Dengan bekal latihan intensif dan pengalaman bertanding, NPC Kalsel optimistis para atlet mampu mempersembahkan prestasi gemilang.
“Mudah-mudahan atlet kita bisa pulang membawa medali emas, sekaligus mengharumkan nama Kalimantan Selatan di kancah Asia Tenggara,” ujarnya.
Pada ASEAN Para Games 2026 kali ini, NPC Indonesia menargetkan raihan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu, sebagai upaya mempertahankan dominasi Indonesia di ajang olahraga disabilitas kawasan ASEAN.
