Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Kisah Tragis di India: Suami Diduga Masukkan Pegangan Motor ke Tubuh Istri Saat Mabuk

    03/04/2026

    Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Ada 15 Ribu Soto Gratis, Expo hingga Tabligh Akbar

    02/04/2026

    Kantongi Sinyal Hijau dari Tim Verifikasi, HSU Menuju Tuan Rumah Porprov 2029

    02/04/2026

    Jangan Lewatkan! Pesta Laut Pagatan Mappanre Ritasi’e Hadir Lebih Besar dan Lebih Meriah Tahun Ini

    02/04/2026

    Alarm Dini BMKG! Kemarau 2026 di Kalsel Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

    02/04/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Tradisi Unik Banyuwangi! Aura Mistis & Budaya Kental, Seblang Olehsari Sedot Ribuan Wisatawan Pasca Lebaran

      25/03/2026

      Healing Bareng Keluarga Pasca Lebaran, Kebun Raya Banua Resmi Dibuka Lagi

      23/03/2026

      Hidden Gem di Jantung Banjarbaru! Danau Seran, Bekas Tambang yang Kini Jadi Surga Wisata

      23/03/2026

      Cap Go Meh 2026 di Pontianak dan Singkawang Meriah, 49 Naga Bersinar dan 727 Tatung Jadi Magnet Wisata

      05/03/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Lebih Irit dari Stylo 160? Kenalan Yuk Sama Honda Giorno!

      28/02/2026

      Kopdes Merah Putih di Konawe Selatan Ekspor 50 Ton Arang ke Tiongkok, Raup Rp734 Juta

      27/02/2026

      Toyota Kijang Super 2026 Resmi Comeback!, Legenda Keluarga Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

      27/02/2026

      💸 Lawan Pinjol, UMKM Tanah Bumbu Bisa Pinjam Modal Tanpa Bunga, Pemkab yang Bayar

      26/02/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Bantuan Pendidikan atau Diskriminasi Digital? Kisruh Gratispol Kaltim Memanas

    Bantuan Pendidikan atau Diskriminasi Digital? Kisruh Gratispol Kaltim Memanas

    Tim PublikaTim Publika09/02/2026
    Aktivis dan Pemerhati Kebijakan Publik, M. Irfan Fajrianur, SE /publikaindonesia.com

    PUBLIKAINDONESIA.COM, SAMARINDA – Program bantuan pendidikan unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, ‘Gratispol’, kini tak lagi hanya menuai pujian. Di balik panggung megah pidato Gubernur yang menyebut program ini sebagai solusi pendidikan ‘maksimal’ bagi putra-putri daerah, muncul jeritan mahasiswa pekerja yang justru merasa tersingkir oleh sistem.

    Sepanjang awal 2026, Gratispol menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan diskriminasi terhadap mahasiswa kelas malam atau kelas pekerja. Kritik datang dari Lembaga Perlindungan Konsumen, yang menilai terjadi ketidakjujuran informasi dalam implementasi kebijakan tersebut.

    Aktivis dan Pemerhati Kebijakan Publik, M. Irfan Fajrianur, SE, menyebut masyarakat dalam konteks kebijakan negara adalah konsumen layanan publik, sehingga berhak atas informasi yang jujur, transparan, dan tidak menyesatkan.

    Nama ‘Gratispol’ yang dicitrakan tanpa batas, menurut Irfan, justru menjadi jebakan diksi. Dalam praktiknya, program ini berbenturan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 24 Tahun 2025, khususnya Lampiran I butir 2f, yang secara eksplisit mengecualikan mahasiswa kelas malam atau kelas pekerja dari penerima bantuan.

    “Di panggung, program ini disebut sudah ‘pol’ atau maksimal. Tapi di balik layar, sistem digitalnya dirancang untuk menolak mahasiswa kelas pekerja secara otomatis. Ini bukan kesalahan teknis, tapi pengelabuan informasi publik,” tegas Irfan.

    Ia menilai kondisi tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, karena masyarakat dijanjikan bantuan, namun justru dihadapkan pada sistem yang menutup pintu tanpa penjelasan memadai.

    Polemik kian memanas setelah Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah, melontarkan pernyataan yang menyebut mahasiswa S2 kelas eksekutif atau malam “tidak malu” menagih bantuan.

    Pernyataan ini muncul usai pembatalan sepihak terhadap sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan yang sebelumnya telah dinyatakan lolos program.

    Lembaga Perlindungan Konsumen mengaku mengantongi bukti berupa tangkapan layar percakapan dengan admin resmi Gratispol, yang justru sebelumnya memperbolehkan mahasiswa kelas pekerja untuk mendaftar.

    “Jika ada kesalahan, itu ada pada admin yang tidak kompeten dan sistem verifikasi yang lemah. Tapi mengapa mahasiswa justru diserang secara moral? Ini bentuk arogansi birokrasi yang mencederai prinsip pelayanan publik,” lanjut Irfan.

    Kisruh internal Pemprov Kaltim semakin terlihat ketika Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengaku baru mengetahui adanya pembatalan mahasiswa penerima Gratispol dari awak media pada akhir Januari 2026.

    Wagub bahkan menyebut kejadian tersebut “seharusnya tidak boleh terjadi” dan berjanji akan melakukan pengecekan teknis.

    “Ini janggal. Di satu sisi Gubernur membanggakan program ini sebagai sukses besar, tapi Wakil Gubernur justru tak mendapat laporan soal kegagalan verifikasi. Entah ada dinding informasi atau memang manajemen programnya sedang carut-marut,” kritik Irfan.

    Fakta lain yang terungkap, seluruh proses komunikasi dan verifikasi Gratispol hanya ditangani oleh 10 orang personel, sementara target penerima mencapai 100 ribu mahasiswa. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan manajerial yang berpotensi mengabaikan hak masyarakat atas layanan pengaduan yang layak.

    Atas berbagai persoalan tersebut, Lembaga Perlindungan Konsumen mendesak:

    1. Gubernur Kaltim mengevaluasi data keberhasilan program dengan realita diskriminasi di lapangan.
    2. Revisi Pergub Nomor 24 Tahun 2025, khususnya penghapusan pengecualian bagi mahasiswa kelas malam atau pekerja.
    3. Permohonan maaf resmi dari Biro Kesra atas pernyataan yang dinilai merendahkan martabat mahasiswa.
    4. Transparansi sistem digital, agar mekanisme seleksi tidak menjadi alat “eliminasi otomatis” bagi mahasiswa yang secara ekonomi membutuhkan.

    “Kebijakan publik tidak boleh berhenti sebagai monumen pencitraan. Jika Gratispol ingin benar-benar jadi kebanggaan Kalimantan Timur, maka kejujuran informasi dan keadilan bagi seluruh mahasiswa termasuk mereka yang bekerja adalah harga mati,” tutup Irfan.

     

    #Gratispol #Kaltim #MahasiswaPekerja #PendidikanGratis #PemprovKaltim #BeritaKaltim #KebijakanPublik #MahasiswaKelasMalam #PerlindunganKonsumen #Samarinda #IsuPendidikan #ViralKaltim

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Kisah Tragis di India: Suami Diduga Masukkan Pegangan Motor ke Tubuh Istri Saat Mabuk

    03/04/2026

    Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Ada 15 Ribu Soto Gratis, Expo hingga Tabligh Akbar

    02/04/2026

    Kantongi Sinyal Hijau dari Tim Verifikasi, HSU Menuju Tuan Rumah Porprov 2029

    02/04/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah Tragis di India: Suami Diduga Masukkan Pegangan Motor ke Tubuh Istri Saat Mabuk

    03/04/2026

    Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Ada 15 Ribu Soto Gratis, Expo hingga Tabligh Akbar

    02/04/2026

    Kantongi Sinyal Hijau dari Tim Verifikasi, HSU Menuju Tuan Rumah Porprov 2029

    02/04/2026

    Jangan Lewatkan! Pesta Laut Pagatan Mappanre Ritasi’e Hadir Lebih Besar dan Lebih Meriah Tahun Ini

    02/04/2026
    Berita Pilihan
    Dunia

    Kisah Tragis di India: Suami Diduga Masukkan Pegangan Motor ke Tubuh Istri Saat Mabuk

    03/04/2026 Dunia

    PUBLIKAINDONESIA.COM, INDIA – Sebuah kasus mengejutkan sekaligus tragis terjadi di India. Seorang perempuan berusia 30…

    Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Ada 15 Ribu Soto Gratis, Expo hingga Tabligh Akbar

    02/04/2026

    Kantongi Sinyal Hijau dari Tim Verifikasi, HSU Menuju Tuan Rumah Porprov 2029

    02/04/2026

    Jangan Lewatkan! Pesta Laut Pagatan Mappanre Ritasi’e Hadir Lebih Besar dan Lebih Meriah Tahun Ini

    02/04/2026

    Recent Posts

    • Kisah Tragis di India: Suami Diduga Masukkan Pegangan Motor ke Tubuh Istri Saat Mabuk
    • Hari Jadi ke-27 Banjarbaru, Ada 15 Ribu Soto Gratis, Expo hingga Tabligh Akbar
    • Kantongi Sinyal Hijau dari Tim Verifikasi, HSU Menuju Tuan Rumah Porprov 2029
    • Jangan Lewatkan! Pesta Laut Pagatan Mappanre Ritasi’e Hadir Lebih Besar dan Lebih Meriah Tahun Ini
    • Alarm Dini BMKG! Kemarau 2026 di Kalsel Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

    Recent Comments

    1. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    2. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    3. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    4. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    5. RandomNameAgers mengenai Masyarakat Kabupaten Banjar Masih Inginkan H Saidi Mansyur Untuk Memimpin
    April 2026
    SSRKJSM
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930 
    « Mar    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.