PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Hal tersebut terlihat dalam Rapat Temu Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (5/3/2026).


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru ini menjadi bagian dari evaluasi mandiri Kota Layak Anak tahun 2026.
Rapat dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, yang hadir mewakili Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby.
Dalam sambutannya, Kemas menegaskan bahwa pembangunan berbasis anak merupakan indikator penting untuk menilai komitmen sebuah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Mewujudkan kota layak anak merupakan langkah penting sebagai tolok ukur komitmen daerah dalam pembangunan yang berpihak pada anak. Hal ini dilakukan melalui integrasi komitmen dan sumber daya pemerintah,” ujarnya.
Ia juga memaparkan perjalanan Banjarbaru dalam program Kota Layak Anak. Sejak 2018, Banjarbaru telah meraih predikat Kota Layak Anak kategori Pratama, kemudian berhasil naik tingkat menjadi kategori Madya pada 2019 hingga 2025.
Tahun ini, Pemerintah Kota Banjarbaru menargetkan capaian yang lebih tinggi.
Kemas menjelaskan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia telah memulai proses evaluasi mandiri Kota Layak Anak 2026 sejak 18 Februari hingga 30 April 2026.
Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan yang tergabung dalam Gugus Tugas Kota Layak Anak Banjarbaru diminta segera menyiapkan data dukung.
Ia mengingatkan agar seluruh instansi terkait segera mengumpulkan data capaian program dalam dua tahun terakhir paling lambat 26 Maret 2026.
“Semoga data-data tersebut dapat meningkatkan peringkat Kota Banjarbaru menjadi kategori Nindya bahkan Utama,” harapnya.
Rapat temu ini juga menjadi ruang diskusi strategis antar pemangku kepentingan. Berbagai pihak mulai dari perangkat daerah, lembaga vertikal, dunia usaha hingga organisasi masyarakat turut dilibatkan dalam upaya memperkuat sistem perlindungan anak.
Selain evaluasi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman serta merumuskan inovasi program yang dapat memperkuat implementasi Kota Layak Anak di Banjarbaru.
Pemerintah Kota Banjarbaru menilai bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah investasi pada generasi muda.
Melalui sinergi lintas sektor, Banjarbaru berharap dapat terus meningkatkan kualitas perlindungan anak serta menciptakan lingkungan kota yang semakin aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.
#Banjarbaru #KotaLayakAnak #KLABanjarbaru #BanjarbaruTerkini #BeritaBanjarbaru #InfoBanjarbaru #DP3APMP2KB #AnakIndonesia #PerlindunganAnak #KalselTerkini #BanjarbaruHebat #KotaRamahAnak

