PUBLIKA INDONESIA, BANJAR – Upaya menekan angka stunting membutuhkan intervensi yang konsisten dan tepat sasaran. Melalui program “Satu Telur Sehari”, Alfamart kembali memperluas kontribusinya dengan menjangkau lebih banyak anak penerima manfaat pada 2026.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program tersebut kini hadir di 39 kota dengan target distribusi lebih dari 510 ribu butir telur kepada lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.
Distribusi dilakukan secara berkala selama tiga hingga enam bulan melalui kader posyandu dan dinas kesehatan setempat. Tidak hanya menyalurkan bantuan protein hewani, program tersebut juga dibarengi pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Husnul dari Puskesmas Astambul mengatakan program itu memberikan dampak positif karena disertai edukasi bagi keluarga mengenai pola asuh dan pola makan seimbang.
“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujarnya.
Menurut Husnul, telur dipilih karena mudah diperoleh, relatif terjangkau, serta praktis diolah menjadi menu harian anak. Karena itu, intervensi sederhana tersebut dinilai lebih mudah diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Selain distribusi telur, kader posyandu bersama tenaga kesehatan juga melakukan pendampingan dan pemeriksaan berkala guna memantau perkembangan anak. Cakupan program ini terus meningkat sejak pertama kali dijalankan pada 2022. Pada tahun pertama pelaksanaan, lebih dari 177 ribu butir telur didistribusikan kepada seribu anak di 10 kota.
Kemudian pada 2024, jumlah penyaluran mencapai lebih dari 103 ribu butir telur untuk 591 anak di 12 kota. Sementara pada 2025, distribusi meningkat menjadi lebih dari 189 ribu butir telur bagi seribu anak di 25 kota, dengan sekitar 72 persen penerima manfaat menunjukkan perkembangan tumbuh kembang positif.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan program tersebut dirancang untuk anak-anak yang mengalami perlambatan pertumbuhan dan penurunan status gizi berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan.
“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah,” katanya.
Menurut Rani, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang dibagikan, tetapi juga dari pemantauan perkembangan anak yang dilakukan secara berkala.
“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” tambahnya.
Program 2026 sendiri resmi dimulai sejak Mei dan akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Selain pemenuhan protein hewani, kegiatan juga diiringi edukasi gizi dan pendampingan keluarga agar pola makan sehat dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah.

