PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru bergerak cepat memperkuat pengawasan terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Melalui Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu yang digelar di Aula BBPOM Banjarbaru, Senin (18/5/2026), berbagai pihak dikumpulkan untuk memperkuat sinergi melawan peredaran dan penyalahgunaan obat yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan hingga perwakilan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada publik.
Plt Kepala BBPOM di Banjarbaru Ary Yustantiningsih mengatakan, penyalahgunaan obat-obatan tertentu masih menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan, keamanan hingga kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, penggunaan obat yang tidak sesuai aturan medis dapat memicu gangguan kesehatan bahkan berujung pada penyalahgunaan yang membahayakan, terutama di kalangan generasi muda.
“Pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat semakin memahami bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu,” ujarnya.
Ary menegaskan, BBPOM Banjarbaru terus memperkuat pengawasan bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga fasilitas pelayanan kesehatan guna mencegah peredaran obat-obatan tertentu yang rawan disalahgunakan.
Tak hanya fokus pada pengawasan, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada edukasi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan anak muda yang dianggap rentan terhadap penyalahgunaan obat.
“Selain pengawasan, edukasi kepada masyarakat juga harus ditingkatkan, khususnya bagi kalangan pelajar dan generasi muda agar lebih memahami risiko penyalahgunaan obat serta pentingnya penggunaan obat sesuai ketentuan medis,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pencegahan penyalahgunaan obat di Banua.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel Adi Santoso menyebut penyalahgunaan obat-obatan tertentu menjadi ancaman serius yang tidak bisa ditangani secara sendiri-sendiri.
Menurutnya, dampak penyalahgunaan obat bukan hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban sosial di masyarakat.
“Perlu kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat agar pengawasan terhadap peredaran obat-obatan tertentu dapat berjalan maksimal,” katanya.
Adi menambahkan, Pemprov Kalsel akan terus mendukung langkah pengawasan dan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat sesuai aturan medis.
Selain itu, peningkatan literasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini, terutama bagi generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan obat-obatan.
“Melalui aksi nasional ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman semakin meningkat serta mampu menekan angka penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Kalimantan Selatan,” tutupnya.
#BBPOMBanjarbaru #Banjarbaru #KalimantanSelatan #PencegahanPenyalahgunaanObat #OOT #GenerasiMuda #EdukasiKesehatan #PengawasanObat #KesehatanMasyarakat #PemprovKalsel #BeritaBanjarbaru #InfoKalsel #ObatAman #LiterasiKesehatan #BanuaSehat

