PUBLIKAINDONESIA.COM, SAMARINDA – Aroma polemik mengiringi hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kaltimtara yang digelar pada Kamis (23/4/2026). Klaim rapat berjalan mulus secara aklamasi kini mulai dipertanyakan, setelah Pemerintah Kota Samarinda buka suara soal adanya penolakan dalam forum tersebut.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara tegas mengungkap bahwa pihaknya tidak sepakat dengan hasil keputusan RUPS, khususnya terkait penunjukan jajaran direksi.
Menurutnya, Pemkot Samarinda bahkan telah menyampaikan dissenting opinion atau pendapat berbeda dalam forum resmi tersebut sebuah fakta yang bertolak belakang dengan pernyataan Rudy Mas’ud yang sebelumnya menyebut keputusan diambil secara aklamasi.
“Kami mempertanyakan dalam RUPS, berapa total kredit macet di BPD? Karena kami meyakini jumlahnya jauh lebih besar dari yang diketahui publik,” tegas Andi Harun, Kamis (30/4/2026).
Misteri Kredit Macet
Sorotan utama Pemkot Samarinda tertuju pada isu transparansi keuangan, khususnya terkait angka kredit bermasalah atau *Non-Performing Loan* (NPL).
Dalam rapat tersebut, Andi Harun menyebut pihak manajemen bank tidak memberikan jawaban jelas saat ditanya mengenai angka pasti kredit macet. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketimpangan antara data yang dipublikasikan dengan kondisi riil di lapangan.
Ketidakjelasan ini dinilai krusial, mengingat posisi Bank Kaltimtara sebagai bank daerah yang mengelola dana publik dan memiliki peran strategis dalam perekonomian regional.
Aklamasi Dipertanyakan
Pernyataan berbeda dari Pemkot Samarinda membuat narasi “aklamasi” dalam RUPS menjadi dipertanyakan. Jika benar ada penolakan dari salah satu pemegang saham daerah, maka proses pengambilan keputusan dinilai tidak sepenuhnya bulat.
Situasi ini membuka ruang polemik baru terkait tata kelola perusahaan daerah, terutama soal transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi kepada para pemegang saham.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen Bank Kaltimtara terkait tudingan tersebut. Publik pun menanti klarifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya dari kinerja keuangan bank milik daerah itu.
#BankKaltimtara #RUPS #BeritaEkonomi #Samarinda #KalimantanTimur #BreakingNews #Transparansi #KeuanganDaerah #NPL #BeritaHariIni

