PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan rencana besar penyediaan air bersih regional Tanah Bumbu-Kotabaru atau Saijaan-Bersujud.


SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) regional tersebut disiapkan menjadi tulang punggung suplai air bersih bagi kawasan penyangga, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga kawasan industri yang terus tumbuh di pesisir selatan Kalsel.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kabid Cipta Karya, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan perencanaan proyek ini sudah digarap sejak 2023 hingga 2025. Mulai dari survei kebutuhan riil (real demand survey), kajian lingkungan, hingga penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Perencanaannya sudah matang. Harapannya SPAM ini bisa mengalir dan mensupport kebutuhan air bersih kawasan pendukung, KEK, serta industri,” ujarnya.
Diperluas Hingga Pulau Laut
Tak berhenti di daratan, jaringan SPAM ini dirancang menjangkau Pulau Laut yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air baku.
Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekaligus pelaku usaha di wilayah tersebut.
Salah satu prioritas utama adalah mendukung operasional KEK Pelabuhan Mekar Putih yang kini terus berkembang.
“Sudah banyak perencanaan untuk mensupport KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kawasan ini berkembang pesat, kebutuhan air bersih tentu sangat krusial,” jelas Ryan.
Anggaran Capai Rp300 Miliar
Dari sisi pembiayaan, estimasi kebutuhan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru diperkirakan mencapai Rp300 miliar.
Sementara untuk pengembangan jaringan menuju Pulau Laut, perencanaan teknis masih menunggu penyelesaian pembangunan Jembatan Pulau Laut.
PUPR Kalsel kini mempertimbangkan dua opsi teknis: jaringan pipa bawah laut atau memanfaatkan konstruksi di atas jembatan.
Opsi pipa di atas jembatan dinilai lebih efisien dan mudah dalam pemeliharaan, dibandingkan jaringan bawah laut yang rawan terganggu aktivitas kapal dan tongkang.
Untuk tahun 2026, fokus utama masih pada pengamanan dan pembebasan lahan. Hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten/kota belum sepenuhnya tuntas.
“Kami harapkan lahan bisa segera dibebaskan, sehingga tahun berikutnya konstruksi bisa mulai dianggarkan,” ujarnya.
Target penyelesaian proyek secara keseluruhan masih bergantung pada proses pembebasan lahan serta kebijakan pimpinan daerah.
Dengan perencanaan bertahap yang sudah disiapkan, Pemprov Kalsel optimistis SPAM Regional Tanah Bumbu-Kotabaru akan menjadi fondasi utama penyediaan air bersih sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir selatan.
Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini bukan hanya soal air mengalir ke rumah warga, tetapi juga menjadi “energi tak terlihat” yang menggerakkan industri, investasi, dan pembangunan daerah.
#SPAMRegional #TanahBumbu #Kotabaru #PulauLaut #KEKMekarPutih #PUPRKalsel #AirBersih #InfrastrukturKalsel #BeritaKalsel #EkonomiKalsel #PembangunanDaerah
