PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pembangunan Jembatan Pulau Laut terus dikebut. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan memastikan proyek strategis penghubung daratan Kalimantan dengan Pulau Laut itu kini masuk fase lanjutan.


Kabar terbarunya, paket pekerjaan Tahun Anggaran 2025 resmi tuntas 100 persen per 18 Februari 2026. Penyelesaian ini tercapai setelah kontraktor memanfaatkan tambahan waktu pengerjaan selama 50 hari.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, mewakili Kepala Dinas M. Yasin Toyib, menegaskan seluruh item pekerjaan dalam paket 2025 telah diselesaikan sesuai target.
“Pekerjaan untuk paket tahun anggaran 2025 sudah selesai 100 persen. Tambahan waktu yang diberikan dimanfaatkan untuk menuntaskan seluruh item pekerjaan,” ujarnya di Banjarbaru.
Kini, Pemprov Kalsel bersiap masuk ke tahap berikutnya dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028.
Paket multiyears ini mencakup pembangunan jembatan pendekat dari dua sisi: Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
“Posisinya sudah klarifikasi jaminan pelaksanaan dan masih berproses di pengadaan barang dan jasa. Mudah-mudahan awal Maret setelah Hari Raya sudah bisa berkontrak untuk paket multiyears tiga tahun,” jelas Robby.
Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemprov Kalsel mengalokasikan dana sebesar Rp750 miliar guna mendukung pembangunan dari dua sisi tersebut. Sementara total nilai paket multiyears selama tiga tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp2,25 triliun.
Tak hanya itu, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan di bawah Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menandatangani kontrak pengerjaan bentang tengah jembatan senilai kurang lebih Rp3 triliun.
Artinya, proyek ini dikerjakan secara paralel antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, dengan target ambisius: rampung pada 2028.
“Dengan kegiatan multiyears ini dan dukungan dari kementerian untuk bentang tengah, harapannya tahun 2028 nanti pembangunan Jembatan Pulau Laut bisa selesai,” tambahnya.
Jembatan Pulau Laut digadang-gadang menjadi game changer bagi perekonomian Kalimantan Selatan. Infrastruktur ini diharapkan memperlancar arus logistik antara daratan utama dan wilayah kepulauan, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
Jika rampung sesuai jadwal, jembatan ini akan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat integrasi wilayah dan mendorong percepatan pembangunan, khususnya di Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Bagi warga Kalsel, proyek ini bukan sekadar beton dan baja melainkan simbol konektivitas baru yang dinanti bertahun-tahun.
#JembatanPulauLaut #Kalsel #Banjarbaru #TanahBumbu #Kotabaru #PUPRKalsel #Infrastruktur #ProyekStrategis #EkonomiKalsel #BeritaKalsel #TrendingNews

