PUBLIKAINDONESIA.COM, KARANG INTAN – Ratusan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengawali Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan. Untuk pertama kalinya di bulan suci tahun ini, mereka bersama jajaran petugas melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di Masjid At-Taubah, Rabu (18/2/2026).


Suasana masjid terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menyatukan ratusan jamaah dalam satu saf, tanpa sekat. Sejak rakaat pertama hingga doa penutup, seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan penuh penghayatan. Momentum Tarawih perdana ini menjadi penanda dimulainya pembinaan spiritual yang lebih intens selama Ramadan di Lapas Narkotika Karang Intan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi ruang refleksi dan pembelajaran bagi para Warga Binaan.
“Ramadan adalah bulan pendidikan. Kami ingin memastikan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapat ruang memperbaiki diri melalui pembinaan keagamaan berkelanjutan. Tarawih berjamaah ini menjadi langkah awal penguatan spiritual agar mereka kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Salat Tarawih dipimpin oleh Reza Ramadhani Taufiqurrahman, yang juga menyampaikan kultum tentang keistimewaan ibadah puasa. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan latihan membentuk karakter takwa.
“Puasa adalah ibadah istimewa. Siapa yang mampu menunaikannya sebulan penuh, Allah janjikan predikat takwa. Dengan puasa, pintu rahmat dibukakan selebar-lebarnya bagi umat Nabi Muhammad SAW,” pesannya.
Bagi para Warga Binaan, momen ini terasa istimewa. Salah satunya, Aspi, mengaku terharu bisa menjalankan Tarawih bersama rekan dan petugas.
“Saya merasa tenang. Ramadan kali ini jadi pengingat untuk berubah menjadi lebih baik. Di sini kami tetap diberi kesempatan beribadah dengan nyaman dan dibimbing untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung aman dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan petugas dan Warga Binaan dalam satu saf menjadi simbol bahwa pembinaan di Lapas tak hanya soal pengawasan, tetapi juga pendampingan dan pembentukan karakter.
Melalui Tarawih berjamaah ini, Lapas Narkotika Karang Intan menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan, agar Ramadan benar-benar menjadi titik balik menuju perubahan yang lebih baik.
#Ramadan1447H #TarawihPerdana #LapasNarkotikaKarangIntan #PembinaanHumanis #KementerianAgama #BeritaBanjar #RamadanPenuhMakna #InspirasiRamadan #LapasIndonesia

