Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar di Hotel Borobudur, Ini Alasan Resminya

    18/02/2026

    Siapa Sangka? Pulau Borneo Punya Patahan Aktif yang Bisa Picu Gempa

    18/02/2026

    PLN–BIB Deal Energi Bersih Raksasa, Terbesar di Kalimantan

    18/02/2026

    Tak Perlu Beli Air Kemasan! Siswa di 43 Sekolah Ini Cukup Bawa Tumbler

    18/02/2026

    Tabalong Perkuat Layanan Kesehatan hingga Pelosok, 106 Motor Kesehatan Resmi Meluncur

    18/02/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Bidik Wisatawan ASEAN, Ini Strategi Dispar Kalsel

      04/02/2026

      Ritual Sakral Suku Banjar Mandi 7 Bulanan, Menjaga Kehidupan Sejak Dalam Kandungan

      31/01/2026

      Asli Sumatera, Mekar di Australia: Titan Arum Tarik 2.000 Pengunjung

      10/01/2026

      Pecinta Travelling Wajib Tahu! Jelajah Semua Pulau di Indonesia Bisa Habiskan Separuh Hidupmu

      06/10/2025

      Balangan Health Run 4K, Cara Seru Warga Balangan Jaga Kesehatan

      15/12/2025

      Indonesia Siap Cetak Sejarah, Tim Muhammadiyah Dilirik WHO Jadi Pasukan Medis Dunia

      27/10/2025

      Workshop Nasional Kefarmasian 2025: Apoteker Didorong Jadi Garda Terdepan Atasi Hipertensi

      09/10/2025

      Sayur MBG di Tala Ditemukan Ada Ulat, Murid Ogah Makan, Ini Respon Pengawas

      06/10/2025

      Dari Hutan Kalimantan ke Pasar Dunia: 🌿“Daun Surga” yang Bikin Dolar Mengalir

      11/02/2026

      Pemangkasan Produksi Batubara 2026 Bikin Pelaku Usaha Waswas, Ancaman PHK Mengintai

      09/02/2026

      Hovercraft Futuristik ‘AirFish’ Singapura–Batam Siap Mengudara 2026

      07/02/2026

      Buntut Badai Pasar Modal, OJK Diguncang Pengunduran Diri Beruntun

      31/01/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Sinergi Hukum Syariah dan Perlindungan Konsumen: Catatan Diskusi LPK Borneo & STIS Darul Ulum

    Sinergi Hukum Syariah dan Perlindungan Konsumen: Catatan Diskusi LPK Borneo & STIS Darul Ulum

    Tim PublikaTim Publika18/02/2026
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Kemenkeu/publikaindonesia.com)
    Irfan Fajrianur Pendiri LPK Borneo Kalimantan & Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah STIS Darul Ulum /publikaindonesia.com

    Oleh: Irfan Fajrianur

    Baru-baru ini, sebuah pernyataan menarik sekaligus menohok datang dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Beliau mengisahkan pengalamannya berdiskusi dengan pejabat bank sentral Jerman, Deutsche Bundesbank, yang mengklaim bahwa sistem perbankan di Jerman justru “lebih syariah” dibandingkan Indonesia, meski Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

    Mengapa Jerman? Jawabannya sederhana: Keadilan dan Keberpihakan pada Sektor Riil.

    Menteri Keuangan menyoroti bahwa di Jerman, 80% perbankan dikuasai bank kecil dan daerah dengan margin rendah. Mereka tidak mengejar keuntungan berlebihan (bunga simpanan 1%, biaya pinjam 2%). Fokusnya adalah stabilitas dan keamanan masyarakat, bukan mencekik nasabah.

    Kritik ini sangat selaras dengan diskusi saya beberapa waktu lalu bersama Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah STIS Darul Ulum, Bapak Abdul Fanan, S.H.I., M.H. Beliau sering menekankan bahwa inti dari ekonomi syariah adalah Keberkahan, bukan sekadar hasil materiil yang tinggi.

    Sayangnya, realita di lapangan seringkali berbanding terbalik. Banyak praktik keuangan yang hanya mengganti istilah “Riba” menjadi “Margin” atau “Bagi Hasil”, namun secara hitung-hitungan justru lebih mahal dan membebani pelaku usaha dibandingkan bank konvensional. Seperti kata Pak Menkeu: “Jika diubah istilahnya tapi lebih mahal, itu arah yang salah.”

    Sebagai Ketua LPK Borneo Kalimantan, saya melihat ini sebagai tantangan besar dalam perlindungan konsumen. Konsumen muslim seringkali terjebak pada “romantisme label syariah” tanpa menyadari bahwa mereka sedang dibebani dengan biaya yang tidak adil.

    Inilah tugas besar kita sebagai mahasiswa dan calon alumni Hukum Ekonomi Syariah (HES):

    1. Melakukan Literasi: Masyarakat harus paham bahwa syariah yang benar adalah syariah yang menghadirkan keadilan, bukan sekadar istilah Arab.
    2. Kritik Konstruktif: Kita tidak boleh diam melihat praktik bisnis “berkedok syariah” yang implementasinya lebih parah dari konvensional.
    3. Mendorong Peran Pemerintah: Sebagaimana ditegaskan Pak Kaprodi Abdul Fanan, pemerintah harus menjadi “Imam” yang kuat dalam ekosistem ini agar lembaga seperti BSI benar-benar bisa mengimbangi sistem konvensional demi kemaslahatan umat.

    Pelajaran dari Jerman sangat jelas. Syariah bisa berjalan jika dijalankan dengan benar, yaitu dengan mengutamakan sektor riil dan menjauhi ketamakan keuntungan.

    Bagi saya dan rekan-rekan di STIS Darul Ulum, gelar Sarjana Hukum (SH) yang akan kita sandang adalah mandat untuk meluruskan hal ini. Kita harus berani berkata benar, menguasai hukum negara (KUHP), dan mendalami hukum Islam agar praktik ekonomi syariah di Indonesia tidak lagi diperolok oleh bangsa lain karena ketidakmampuannya menghadirkan keadilan ekonomi.

    Mari kita bangun ekosistem syariah yang nyata, bukan sekadar syariah di atas kertas.

    Merdeka Hukum! Salam Perlindungan Konsumen! 

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar di Hotel Borobudur, Ini Alasan Resminya

    18/02/2026

    Siapa Sangka? Pulau Borneo Punya Patahan Aktif yang Bisa Picu Gempa

    18/02/2026

    PLN–BIB Deal Energi Bersih Raksasa, Terbesar di Kalimantan

    18/02/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar di Hotel Borobudur, Ini Alasan Resminya

    18/02/2026

    Siapa Sangka? Pulau Borneo Punya Patahan Aktif yang Bisa Picu Gempa

    18/02/2026

    PLN–BIB Deal Energi Bersih Raksasa, Terbesar di Kalimantan

    18/02/2026

    Tak Perlu Beli Air Kemasan! Siswa di 43 Sekolah Ini Cukup Bawa Tumbler

    18/02/2026
    Berita Pilihan
    Nusantara

    Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar di Hotel Borobudur, Ini Alasan Resminya

    18/02/2026 Nusantara

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah…

    Siapa Sangka? Pulau Borneo Punya Patahan Aktif yang Bisa Picu Gempa

    18/02/2026

    PLN–BIB Deal Energi Bersih Raksasa, Terbesar di Kalimantan

    18/02/2026

    Tak Perlu Beli Air Kemasan! Siswa di 43 Sekolah Ini Cukup Bawa Tumbler

    18/02/2026

    Recent Posts

    • Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H Digelar di Hotel Borobudur, Ini Alasan Resminya
    • Siapa Sangka? Pulau Borneo Punya Patahan Aktif yang Bisa Picu Gempa
    • PLN–BIB Deal Energi Bersih Raksasa, Terbesar di Kalimantan
    • Tak Perlu Beli Air Kemasan! Siswa di 43 Sekolah Ini Cukup Bawa Tumbler
    • Tabalong Perkuat Layanan Kesehatan hingga Pelosok, 106 Motor Kesehatan Resmi Meluncur

    Recent Comments

    1. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    2. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    3. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    4. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    5. ラブドール mengenai Tangkal Brain Rot, BASAKalimantan Wiki Gelar Dialog Kebijakan untuk Generasi Kritis
    Februari 2026
    S S R K J S M
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
    « Jan    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.