Close Menu
Publika Indonesia
    What's Hot

    PT Baramarta Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Martapura

    30/05/2026

    Iduladha 2026, Sapi Kurban dari Prabowo Tiba di Malinau

    25/05/2026

    Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Pressroom DPRD Kalsel Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

    25/05/2026

    Danlanal Kotabaru-Tanah Bumbu Gembleng Generasi Muda, Ratusan Kadet Ikut Persami KKRI Gelombang V

    25/05/2026

    Raja Basket POPDA 2026, Banjarmasin Tak Terbendung, Kawinkan Gelar Juara Putra-Putri Sabet Emas

    25/05/2026
    Publika Indonesia
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • pemilu
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Dispar Kalsel Gandeng 50 Influencer Promosikan Wisata

      28/04/2026

      Seru dan Menantang, Event Lari Pantai-Gunung Biome Trail Run Mapala Piranha Siap Jadi Ikon Baru Kalsel

      28/04/2026

      Pantai Pagatan Pecah! Slank & Siti Badriah Buka Mappanre Ritasi’e

      17/04/2026

      Senyum Ceria Anak Panti Jadi Bukti Kepedulian RSGM Gusti Hasan Aman

      30/04/2026

      Belum Maksimal? Ini Strategi RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Pelayanan

      07/04/2026

      Es Krim Paracetamol Bikin Geger, Ternyata Cuma Hoaks

      02/04/2026

      Kabar Baik! Klinik Vaksin Internasional Pertama Hadir di Puruk Cahu

      20/02/2026

      “2gether We Grow”, Aeris Hotel Buktikan Bisnis Bisa Tumbuh Sambil Peduli

      30/04/2026

      Harga Minyak Goreng Naik Lagi! Ternyata Bukan Karena Langka

      23/04/2026

      Melawan Dominasi Matic! Supra X 125 Cross, Tangguh dan Bandel

      15/04/2026

      Ngeri! RKAB Ditolak Dua Kali, Tambang Langsung Disuruh Stop, Aturan Baru Bikin Perusahaan Ketar-Ketir

      15/04/2026
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    Subscribe
    Trending Topics:
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Publika Indonesia
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami
    Beranda » Beranda » Ikan Mati Massal di Sungai Barito, DPRD Kalsel Sebut Faktor Alam, WALHI: Jangan Kaburkan Akar Masalah

    Ikan Mati Massal di Sungai Barito, DPRD Kalsel Sebut Faktor Alam, WALHI: Jangan Kaburkan Akar Masalah

    Tim PublikaTim Publika05/02/2026

    PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Fenomena kematian massal ikan di Sungai Barito kembali memantik perdebatan. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Demokrat Persatuan Perjuangan (DPP), Sadam Husein Naparin, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan pencemaran kimia atau aktivitas industri, melainkan faktor alam.

    Menurut Sadam, hasil analisis lapangan dan mitigasi awal menunjukkan adanya intrusi air dengan tingkat pH tinggi yang dipicu kiriman banjir rob dari wilayah Hulu Sungai beberapa waktu lalu. Perubahan kualitas air yang terjadi secara mendadak ini dinilai mengganggu keseimbangan ekosistem Sungai Barito.

    “Ini murni faktor alami, bukan akibat zat kimia berbahaya atau aktivitas perusahaan,” tegas Sadam.

    Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat sorotan tajam dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan. WALHI menilai narasi yang hanya menyalahkan faktor alam justru menyederhanakan persoalan dan berpotensi menyesatkan publik.

    Menurut WALHI Kalsel, Sungai Barito telah lama berada dalam tekanan berat akibat aktivitas industri ekstraktif, pertambangan, perkebunan skala besar, serta buruknya tata kelola daerah aliran sungai (DAS).

    Menafikan peran aktivitas manusia sama saja dengan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat bantaran sungai, nelayan, dan pembudidaya ikan yang terdampak langsung.

    “Negara tidak boleh terus berlindung di balik dalih faktor alam untuk menghindari tanggung jawab pengawasan dan penegakan hukum,” tegas WALHI Kalsel dalam keterangannya.

    WALHI mengungkap, Sub DAS Barito dan DAS Barito saat ini dibebani ratusan izin usaha lintas provinsi, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan. Tercatat terdapat:

    * 284 Hak Guna Usaha (HGU) seluas 421.514,26 hektare

    * Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) seluas 1.113.071,90 hektare

    * Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) seluas 1.694.059,31 hektare

    PETA BEBAN IZIN (WIUP, HGU, PBPH) DI WILAYAH DAS BARITO / walhi kalsel, publikaindonesia.com

    Beban industri ini dinilai berkontribusi besar terhadap penurunan kualitas air Sungai Barito yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

    Salah satu tekanan terbesar, menurut WALHI, berasal dari perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Pembangunan kanal-kanal air di kawasan ini berpotensi membuka lapisan pirit. Ketika teroksidasi, pirit menghasilkan asam sulfat (H₂SO₄) yang meningkatkan keasaman air dan melepaskan logam berat ke sungai.

    Gejalanya bisa dikenali dari endapan karat di tepi sungai, tumbuh suburnya eceng gondok dan tanaman indikator pencemaran, hingga perubahan warna air.

    Aktivitas pertambangan, limbah industri, serta keberadaan stockpile batubara di sepanjang DAS Barito juga dinilai memperparah kondisi perairan melalui limpasan air hujan dan aktivitas operasional.

    WALHI menegaskan, fenomena “Danum Bangai” (istilah lokal masyarakat sekitar) atau “penurunan kualitas air” Sungai Barito tidak bisa dilepaskan dari penyusutan debit air di wilayah hulu seperti Barito Utara dan Barito Selatan. Kondisi ini membuat seluruh beban pencemaran dari Sub DAS Barito terkonsentrasi di wilayah hilir.

    Analogi sederhana yang disampaikan WALHI menggambarkan kondisi ketika air sungai menyusut, pencemaran yang sebelumnya tersebar menjadi semakin pekat dan berbahaya.

    Akibatnya, kadar dissolved oxygen (DO) menurun drastis. Limbah industri meningkatkan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD), sementara logam berat dan air asam mengganggu proses fotosintesis organisme air. Kondisi hipoksia pun tak terhindarkan.

    Padahal, ikan membutuhkan kadar DO minimal 4–5 mg/L untuk bertahan hidup. Saat ambang ini terlampaui, ikan mengalami stres hingga kematian massal, seperti yang terjadi di Sungai Barito.

    Atas kondisi tersebut, WALHI Kalimantan Selatan menegaskan bahwa menyalahkan faktor alam tanpa mengevaluasi izin usaha adalah keliru, Pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin perkebunan, pertambangan, dan industri di DAS Barito

    Penanganan Sungai Barito harus menyasar akar masalah, bukan bersifat reaktif dan parsial

    Tanpa langkah serius menghentikan sumber pencemaran di hulu, WALHI memperingatkan krisis ekologis Sungai Barito akan terus berulang dan semakin memburuk.

     

    #SungaiBarito #IkanMati #LingkunganKalsel #WALHIKalsel #DASBarito #PencemaranLingkungan #Sawit #Tambang #EkologiBarito #BeritaKalsel #KrisisLingkungan #BreakingNews

    Share. Facebook WhatsApp Twitter LinkedIn Email

    Related Posts

    PT Baramarta Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Martapura

    30/05/2026

    Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Pressroom DPRD Kalsel Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

    25/05/2026

    Danlanal Kotabaru-Tanah Bumbu Gembleng Generasi Muda, Ratusan Kadet Ikut Persami KKRI Gelombang V

    25/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    PT Baramarta Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Martapura

    30/05/2026

    Iduladha 2026, Sapi Kurban dari Prabowo Tiba di Malinau

    25/05/2026

    Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Pressroom DPRD Kalsel Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

    25/05/2026

    Danlanal Kotabaru-Tanah Bumbu Gembleng Generasi Muda, Ratusan Kadet Ikut Persami KKRI Gelombang V

    25/05/2026
    Berita Pilihan
    Kabupaten Banjar

    PT Baramarta Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Martapura

    30/05/2026 Kabupaten Banjar

    PUBLIKAINDONESIA.COM, MARTAPURA – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Baramarta Perseroda untuk mempererat…

    Iduladha 2026, Sapi Kurban dari Prabowo Tiba di Malinau

    25/05/2026

    Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Pressroom DPRD Kalsel Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik

    25/05/2026

    Danlanal Kotabaru-Tanah Bumbu Gembleng Generasi Muda, Ratusan Kadet Ikut Persami KKRI Gelombang V

    25/05/2026

    Recent Posts

    • PT Baramarta Tebar Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Martapura
    • Iduladha 2026, Sapi Kurban dari Prabowo Tiba di Malinau
    • Setwan Kalsel Belajar ke Bali, Pressroom DPRD Kalsel Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Publik
    • Danlanal Kotabaru-Tanah Bumbu Gembleng Generasi Muda, Ratusan Kadet Ikut Persami KKRI Gelombang V
    • Raja Basket POPDA 2026, Banjarmasin Tak Terbendung, Kawinkan Gelar Juara Putra-Putri Sabet Emas

    Recent Comments

    1. Stephengrent mengenai 73 Peserta Ikuti Audisi Nanang Galuh Banjar Bernuansa Islami 2025
    2. Sheilaspody mengenai Menlu Ungkap Alasan Indonesia Bayar Iuran Saat Gabung Board of Peace
    3. EarnestHeS mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    4. Maf mengenai Waspada Ular di Sekitar Lingkungan Saat Musim Hujan
    5. RandomNameAgers mengenai Kadis Kominfo Banjarbaru Ikuti Forum Komdigi di MUNAS APEKSI Surabaya
    Mei 2026
    SSRKJSM
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
    « Apr    
    © 2026 - PublikaIndonesia.com
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.