PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Kabar baik datang dari dunia penerbangan di awal 2026. Indonesia bersiap menyambut maskapai baru, Air Borneo, yang bakal memperkuat konektivitas udara, khususnya di kawasan Pulau Kalimantan.


Air Borneo merupakan maskapai asal Kerajaan Sarawak, Malaysia, yang resmi diluncurkan setelah pemerintah Sarawak mengakuisisi MASwings pada akhir Desember 2025. Maskapai ini dirancang menjadi tulang punggung transportasi udara regional di Pulau Borneo.
Rencananya, Air Borneo mulai mengudara di wilayah Indonesia pada 2026, dengan membuka sejumlah rute penerbangan langsung ke berbagai daerah di Kalimantan, termasuk penerbangan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kehadiran Air Borneo diyakini bakal menjadi angin segar bagi mobilitas masyarakat, dunia usaha, hingga pariwisata. Selain itu, maskapai ini juga membuka peluang kolaborasi lintas negara yang lebih luas antara Indonesia dan Sarawak.
Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, menyebut kehadiran Air Borneo bukan hanya tentang bisnis penerbangan, tetapi juga bagian dari visi besar konektivitas regional di Pulau Borneo.
“Kita berada di pulau yang sama, Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara. Ini adalah masa depan. Sebagai sesama di Borneo, kami bangga karena nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara,” ujarnya.
Tak hanya lewat udara, Sarawak juga tengah mengkaji pengembangan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, sebagai bagian dari penguatan integrasi transportasi di kawasan.
Dengan rencana ekspansi tersebut, kehadiran Air Borneo diharapkan mampu mempercepat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi regional, serta memperkuat posisi Kalimantan sebagai pusat baru aktivitas nasional dan internasional.
#AirBorneo #MaskapaiBaru #PenerbanganIndonesia #IKN #Kalimantan #TransportasiUdara #Borneo #BeritaPenerbangan #AviationNews
