PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Kekecewaan publik sepak bola Tanah Air usai langkah Timnas Indonesia terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih terasa.


Namun, pelatih anyar skuad Garuda, John Herdman, tak ingin larut dalam kegagalan. Ia bertekad menjadikan Piala AFF 2026 sebagai panggung pembuktian dengan target ambisius: mengantarkan Indonesia meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Tekad tersebut disampaikan Herdman di sela-sela undian grup Piala AFF 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (waktu setempat). Menurutnya, turnamen Asia Tenggara ini menjadi momentum tepat untuk menebus rasa kecewa sekaligus membangun mental juara timnas.
“Setelah kekecewaan di Kualifikasi Piala Dunia, para pemain justru menginginkan tantangan seperti ini. Mereka ingin momen besar,” ujar Herdman.
Satu Grup dengan Juara Bertahan
Hasil undian menempatkan Indonesia di Grup A bersama Vietnam selaku juara bertahan, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga play-off Brunei Darussalam vs Timor Leste. Sementara Grup B dihuni Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Turnamen dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Fase grup akan dimainkan dengan format round-robin, di mana setiap tim menjalani empat laga, dua kandang dan dua tandang, hingga 8 Agustus. Dua tim teratas masing-masing grup berhak melaju ke semifinal, yang dilanjutkan dengan final berformat dua leg.
Menanggapi satu grup dengan Vietnam, Herdman menyebut laga tersebut sebagai ujian sesungguhnya bagi mental skuad Garuda.
“Kami akan menghadapi juara bertahan sebagai underdog. Tapi pemain kami sudah merasakan atmosfer pertandingan besar, mereka pernah menang dan juga menderita. Semua pelajaran itu akan dibawa ke laga ini,” katanya.
Bukan Lagi Partisipasi tapi Target Juara
Herdman menegaskan dirinya dan seluruh tim datang ke Piala AFF bukan hanya untuk berpartisipasi, melainkan berburu trofi.
“Kami selalu datang untuk menang. Ini kesempatan bagi negara kami untuk melangkah maju dan meraih gelar,” tegasnya.
Sejak pertama kali digelar, Indonesia tercatat enam kali melaju ke final Piala AFF, terbanyak kedua setelah Thailand. Namun ironisnya, trofi juara tak pernah sekalipun berhasil dibawa pulang.
Menariknya, Herdman justru melihat catatan itu sebagai peluang positif bagi pelatih baru.
“Tidak pernah memenangkan turnamen justru hal yang baik bagi pelatih baru. Kesempatan mencetak sejarah itu nyata. Menjadi tim Indonesia pertama yang mengangkat trofi bersama fans, itulah mentalitas yang ingin kami bangun,” ucapnya.
Ia juga menyoroti absennya jendela FIFA selama turnamen, yang membuat sejumlah pemain yang berkarier di Eropa kemungkinan absen.
“Ini akan menjadi kompetisi yang lebih setara. Tim yang paling ingin mewakili negaranya, yang paling lapar akan kemenangan, itulah yang akan sukses,” pungkas Herdman.
