PUBLIKAINDONESIA.COM, AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus bergerak cepat menangani dampak banjir yang masih melanda sejumlah wilayah. Bupati HSU Sahrujani turun langsung menyalurkan bantuan logistik sekaligus meninjau layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Babirik dan Kecamatan Danau Panggang, Jumat (16/1/2026).


Langkah tersebut menjadi bentuk respons nyata Pemkab HSU di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut. Meski genangan air di wilayah perkotaan, khususnya Kecamatan Amuntai Tengah, mulai berangsur surut, dampak banjir masih dirasakan cukup berat di sejumlah kecamatan lainnya.
Dalam kunjungan lapangan itu, Bupati Sahrujani didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda HSU. Turut hadir jajaran kepala SKPD terkait, di antaranya BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSU.
Penyaluran bantuan logistik di Kecamatan Babirik dilakukan di dua desa, yakni Desa Sungai Dalam dengan 61 paket bantuan dan Desa Pajukungan Hulu sebanyak 62 paket. Paket bantuan berisi bahan pangan dan kebutuhan pokok yang disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak banjir.
Rombongan kemudian melanjutkan penyaluran bantuan ke Kecamatan Danau Panggang. Di wilayah ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Danau Panggang sebanyak 91 paket, Desa Darussalam sebanyak 152 paket, serta Desa Sarang Burung dengan total 255 paket bantuan.
Tak hanya bantuan logistik, Pemkab HSU melalui Dinas Kesehatan juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak. Layanan ini difokuskan untuk mencegah penyakit pascabanjir, seperti penyakit kulit, kutu air, hingga gangguan kesehatan lain akibat lingkungan yang kurang sehat.
Bupati HSU Sahrujani menegaskan, kehadiran langsung pemerintah daerah merupakan bentuk komitmen untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan maksimal dan tepat sasaran.
“Meski di wilayah kota, terutama Amuntai Tengah, banjir mulai surut, namun di wilayah lain seperti Babirik dan Danau Panggang masih banyak masyarakat terdampak. Karena itu, saya membawa seluruh asisten dan kepala dinas terkait agar bantuan benar-benar sampai dan pelayanan kesehatan berjalan optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab HSU berharap bantuan logistik dan layanan kesehatan gratis dapat meringankan beban warga, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak banjir.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten HSU per 16 Januari 2026, bencana banjir tercatat melanda sembilan kecamatan. Sebanyak 11.722 rumah warga terdampak, dengan ribuan warga masih bertahan di rumah masing-masing dan sebagian lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
