PUBLIKAINDONESIA.COM, KOTABARU – Sepanjang tahun 2025, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan kepada masyarakat. Berbagai upaya pembenahan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penataan sistem layanan, integrasi antarinstansi, hingga penguatan fasilitas pendukung guna memberikan pelayanan publik yang lebih prima.


Kepala Dinas DPMPTSP Kotabaru melalui Kepala Bidang Pengaduan, Kebijakan, dan Pelaporan Layanan, Rakhmad Syah Putra, menilai peningkatan kualitas pelayanan MPP selama 2025 terlihat jelas dari semakin tertatanya sistem pelayanan, percepatan waktu penyelesaian dokumen, serta meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat.
“MPP Kotabaru terus berupaya memberikan pelayanan yang ramah, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya kepada awak media Publikaindonesia.com, Selasa (13/01/2026).
Sejak layanan resmi dibuka pada 23 Juni hingga Desember 2025, MPP Kotabaru mencatat telah melayani sebanyak 13.421 masyarakat dalam kurun waktu enam bulan. Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik terpadu dalam satu lokasi.
Selain peningkatan jumlah kunjungan, MPP Kotabaru juga mengalami penambahan jumlah gerai layanan. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 17 gerai layanan telah beroperasi. Beberapa instansi baru turut bergabung, di antaranya ATR/BPN yang melayani urusan pertanahan serta Imigrasi yang meskipun tidak hadir setiap hari, tetap memberikan kontribusi layanan bagi masyarakat.
Dari sisi fasilitas, sejumlah pembenahan turut dilakukan sepanjang tahun 2025. Di antaranya penyediaan mesin ATM di area depan gedung MPP serta kehadiran layanan perbankan Bank Kalsel yang difungsikan khusus untuk pembayaran pajak daerah. Selain itu, perbaikan fisik gedung juga dilakukan, termasuk pembaruan lantai yang sebelumnya masih menggunakan keramik lama, guna meningkatkan kenyamanan dan estetika ruang pelayanan.
Dalam rangka peningkatan kualitas layanan, MPP Kotabaru juga menyiapkan mesin antrean elektronik yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2026. Sistem ini akan menggantikan mekanisme antrean manual dengan sistem pemanggilan otomatis berbasis audio.
“Mesin antrean sudah tersedia. Saat ini kami masih melakukan penataan data dan persiapan agar pada 2026 sistem antrean elektronik dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Meski demikian, Rakhmad mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan bangunan. Gedung yang saat ini digunakan merupakan bangunan lama sehingga belum memungkinkan penambahan gerai layanan secara maksimal.
“Keterbatasan ruang menjadi kendala utama. Jika ke depan tersedia gedung baru, tentu akan lebih ideal karena dapat dirancang sesuai standar pelayanan publik,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, MPP Kotabaru menargetkan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat kecamatan. Pihaknya berencana melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan untuk menyampaikan bahwa berbagai urusan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam satu gedung melalui MPP.
“Target kami minimal 15 dari 22 kecamatan sudah tersosialisasi pada 2026, sehingga masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan keberadaan MPP Kotabaru,” pungkasnya.
MPP Kotabaru berharap dapat menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan nyaman. Dengan komitmen terhadap pelayanan prima, inovasi berkelanjutan, serta transparansi layanan, MPP Kotabaru diharapkan terus menjadi pusat pelayanan publik yang profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
