PUBLIKAINDONESIA.COM, BANDUNG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi resmi merilis peta jalan (roadmap) strategis pengembangan museum geologi periode 2026-2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendesentralisasi akses pengetahuan kebumian agar tidak terpusat di satu wilayah saja.


Fokus utama pengembangan pada tahun 2026 adalah pembangunan Site Museum Nganjuk, Jawa Timur. Daerah ini dipilih karena menyimpan potensi besar temuan fosil dan situs geologi yang selama ini belum memiliki fasilitas pameran dan konservasi yang memadai.
Kepala Museum Geologi, Isnu Hajar Sulistyawan, mengatakan kehadiran site museum bertujuan mendekatkan edukasi kepada masyarakat di daerah asal temuan.
“Kita tidak ingin kekayaan sejarah bumi kita hanya tertumpuk di gudang atau harus dibawa jauh ke Bandung baru bisa dilihat orang. Edukasi harus mendekat ke masyarakat,” ujarnya usai kunjungan Menteri ESDM di Bandung.
Dengan adanya Site Museum Nganjuk, koleksi fosil dan hasil ekskavasi diharapkan dapat dikelola secara profesional serta dipamerkan lebih dekat dengan lokasi penemuannya. Selain memperkuat aspek edukasi, museum ini juga dirancang sebagai pusat riset kebumian berbasis lokal.
Tak hanya Nganjuk, pengembangan Site Museum Subang juga masuk dalam roadmap strategis. Keberadaan museum ini dinilai penting untuk melengkapi narasi geologi Pulau Jawa, khususnya terkait formasi geologi dan potensi fosil vertebrata purba di wilayah tersebut.
Menurut Isnu, proyek ini bukan hanya pembangunan gedung.
“Ini tentang membangun pusat riset sekaligus peradaban lokal. Generasi muda di daerah harus bangga dengan kekayaan tanah kelahiran mereka,” tegasnya.
Lebih jauh, kehadiran site museum dan situs satelit di daerah diharapkan memberi efek berganda bagi perekonomian lokal. Selain menjadi destinasi wisata edukasi, fasilitas ini berpotensi membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan sektor jasa dan UMKM di sekitar lokasi.
Pengembangan museum daerah ini juga berjalan beriringan dengan revitalisasi Museum Geologi Bandung sebagai museum pusat. Pembenahan ruang pamer sumber daya geologi serta pengembangan sistem manajemen koleksi berbasis daring tetap menjadi prioritas.
Ke depan, sinergi antara museum pusat dan site museum daerah ditargetkan membentuk jaringan informasi geologi nasional yang terintegrasi, sekaligus mendukung visi pemerintah menjadikan sektor kebumian sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui konsep geopark dan museum.
