PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Hampir seluruh wilayah Kota Banjarmasin dilaporkan terendam banjir sejak Sabtu (3/1/2026) malam. Air mulai meluas sekitar pukul 21.00 WITA dan langsung memicu kepanikan warga karena ketinggiannya dinilai jauh lebih parah dari biasanya.


Pantauan di lapangan menunjukkan, banjir menggenangi jalan utama, halaman rumah, hingga masuk ke pemukiman padat penduduk. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total. Tak sedikit warga yang mulai mengaitkan banjir kali ini dengan musibah besar tahun 2021 yang pernah melanda ibu kota Kalimantan Selatan tersebut.
Keresahan warga pun tak terelakkan. Sukma, warga kawasan Rawasari, mengaku wilayah tempat tinggalnya sudah dua hari terakhir terendam air dengan ketinggian cukup mengkhawatirkan.
“Beberapa hari ini air cukup dalam,” ujar Sukma dengan nada cemas.
Ia menyebut, ketinggian air terus bertambah dan membuat warga kesulitan beraktivitas. Kekhawatiran semakin besar jika hujan masih terus turun dan air tak kunjung surut.
Hal serupa juga dirasakan warga di kawasan Pekapuran Raya. Rohil, salah satu warga setempat, mengatakan lingkungan tempat tinggalnya kini sudah terkepung banjir dari berbagai arah.
“Kita warga saat ini meningkatkan kewaspadaan. Terpantau di kawasan Pekapuran kondisinya terkepung banjir,” katanya.
Warga pun mulai bersiaga, mengamankan barang-barang berharga dan memantau perkembangan air, sembari berharap banjir tidak semakin parah.
Hingga berita ini diturunkan, genangan masih bertahan di sejumlah titik dan warga menanti langkah cepat pemerintah serta kondisi cuaca yang lebih bersahabat agar air segera surut.
