PUBLIKAINDONESIA.COM, PELAIHARI – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Tanah Laut sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026 berdampak serius. Banjir meluas di sejumlah wilayah, memaksa Pemerintah Kabupaten Tanah Laut resmi menetapkan status siaga bencana selama 14 hari terhitung mulai Jumat, 2 Januari 2026.


Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto terpantau aktif turun langsung ke lapangan bersama jajaran SKPD untuk meninjau lokasi terdampak sekaligus memastikan keselamatan warga.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Tanah Laut, bencana yang terjadi terdiri dari banjir luapan sungai dan banjir rob di wilayah pesisir. Untuk banjir rob, dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, dengan total 1.255 rumah terdampak dan ribuan jiwa terimbas.
Di Kecamatan Kurau, banjir rob merendam permukiman warga di Desa Handil Negara, Kurau, Tambak Sarinah, Padang Luas, dan Kali Besar. Sementara di Kecamatan Bumi Makmur, genangan air laut pasang menyebar di belasan desa, di antaranya Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, Pantai Harapan, hingga Kurau Utara.
Tak hanya wilayah pesisir, banjir akibat luapan air sungai juga merendam empat kecamatan lainnya, yakni Bati-Bati, Pelaihari, Tambang Ulang, dan Bajuin. Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling parah.
Secara keseluruhan, banjir daratan ini telah berdampak pada 1.679 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 5.061 jiwa. Beberapa desa yang menjadi fokus penanganan antara lain Desa Bati-Bati, Pandahan, Kayu Abang, hingga Gunung Raja.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Tanah Laut telah mendirikan dua posko utama sebagai pusat koordinasi selama masa siaga bencana. Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan asesmen lapangan serta pemantauan tinggi muka air secara berkala.
“Selain pendataan dan monitoring, bantuan juga sudah disiagakan. Mulai dari dapur umum oleh Dinas Sosial, distribusi air bersih oleh Satpol PP dan Damkar, hingga layanan kesehatan bagi warga terdampak,” jelas Aspi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan dan banjir susulan masih bisa terjadi selama beberapa hari ke depan.
