PUBLIKAINDONESIA.COM, BATULICIN – Kemeriahan budaya pesisir kembali menyapa Kalimantan Selatan. Tradisi tahunan Mappanre Ritasi’e siap digelar lebih besar dan meriah di Pantai Pagatan mulai 12 hingga 26 April 2026.


Mappanre Ritasi’e dikenal sebagai tradisi turun-temurun masyarakat pesisir, khususnya komunitas Bugis di Pagatan, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut.
Namun tahun ini, kemasannya dibuat lebih semarak. Pemerintah daerah bersama Dewan Adat Ade Ogi Tanah Bumbu menghadirkan rangkaian acara yang tidak hanya sakral, tetapi juga atraktif dan menghibur.
Pembukaan pada 12 April akan langsung menyita perhatian lewat karnaval budaya yang melibatkan berbagai etnis di Tanah Bumbu.
Peserta akan tampil dengan busana adat masing-masing, menciptakan parade warna-warni yang mencerminkan keberagaman budaya daerah.
Tak hanya itu, ada pula karnaval khas seperti kanrejawa pute (kue putih tradisional), hingga prosesi manyorong atau melarung sesaji ke laut yang menjadi puncak sakral dalam tradisi ini.
Selama dua pekan, Pantai Pagatan akan disulap menjadi pusat keramaian. Berbagai hiburan rakyat, penampilan artis ibu kota, hingga bazar UMKM akan turut memeriahkan suasana.
Kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada pengunjung.
Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mappanre Ritasi’e.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata.
“Ini bukan hanya tradisi, tapi juga potensi wisata besar. Kita ingin budaya tetap hidup dan sekaligus menarik wisatawan datang ke Tanah Bumbu,” ujarnya.
Menariknya, Pesta Laut Mappanre Ritasi’e menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu.
Meski berbeda lokasi dan konsep, keduanya saling melengkapi menciptakan kemeriahan yang berlangsung hampir sebulan penuh, dari Simpang Empat hingga Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir.
Dengan konsep yang lebih segar dan kolaboratif, Mappanre Ritasi’e 2026 dipastikan bukan hanya menjadi ritual adat, tetapi juga festival budaya berskala besar yang sayang untuk dilewatkan.
#MappanreRitasie #PantaiPagatan #TanahBumbu #FestivalBudaya #WisataKalsel #EventKalimantan #BudayaBugis #PesonaIndonesia #VisitKalsel #BeritaWisata #FestivalLaut #UMKMKalsel

