PUBLIKAINDONESIA.COM – Kontroversi di dunia sepak bola Asia Tenggara memanas. Jurnalis investigatif asal Prancis, Romain Molina, angkat suara usai menerima surat somasi dari klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim FC.


Dalam somasi tersebut, Molina diminta menghapus unggahan terkait isu kewarganegaraan pemain dalam waktu 24 jam, sekaligus membuat klarifikasi bahwa klub dan pemiliknya tidak terlibat dalam dugaan praktik “false nationality”.
Namun alih-alih mundur, Molina justru memberikan respons tegas.
“Saya Tidak Takut Intimidasi”
Melalui pernyataannya, Molina menegaskan bahwa tekanan hukum bukan hal baru baginya.
Ia bahkan mengaku pernah menghadapi jaringan kriminal internasional dalam berbagai investigasi sebelumnya, sehingga tidak gentar menghadapi somasi dari pihak manapun.
“Tidak ada yang lebih… kecuali jika klub Anda berada di atas hukum. Tidak ada niat buruk. Tetap percaya,” tulisnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ia tidak akan mencabut atau menghapus konten yang dipermasalahkan.
Singgung Federasi, Bukan Klub
Molina juga meluruskan bahwa unggahannya sebenarnya lebih mengarah pada Federasi Sepak Bola Malaysia, bukan secara langsung menuding JDT sebagai pihak yang terlibat dalam praktik ilegal.
Meski begitu, ia mengakui bahwa beberapa pemain yang pernah tersandung kasus lisensi atau kewarganegaraan seperti Irazabal, Figueiredo, dan Hevel memang pernah memperkuat JDT.
Namun, menurutnya, fakta tersebut tidak otomatis menjadi bukti keterlibatan klub dalam pelanggaran.
Soroti Laga dan Aturan Pemain Asing
Kontroversi semakin melebar saat Molina menyoroti satu pertandingan Liga Super Malaysia antara JDT melawan Negeri Sembilan.
Ia mempertanyakan keberadaan lebih dari enam pemain asing di lapangan dalam laga tersebut, termasuk nama-nama seperti Jairo, Bergson, Park, Sidibé, Arribas, dan Israfilov.
Menurut Molina, jika benar terjadi pelanggaran, seharusnya ada tindakan tegas dari federasi.
Ia juga menekankan bahwa sanksi terkait lisensi pemain bersifat internasional, sehingga tidak bisa dianggap sepele.
Pertanyaan Besar: Ada yang Kebal Hukum?
Di akhir pernyataannya, Molina menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat menyerang klub tertentu.
Namun ia mempertanyakan integritas sistem sepak bola di Malaysia, khususnya terkait penegakan aturan.
Pertanyaan yang ia lontarkan pun cukup tajam: apakah ada pihak yang berada di atas hukum?
Isu ini pun kini menjadi sorotan publik sepak bola, sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang transparansi dan akuntabilitas dalam kompetisi profesional.
#RomainMolina #JDT #SepakBolaMalaysia #KontroversiSepakBola #FootballNews #InvestigasiSepakBola #LigaMalaysia #SportsUpdate #BreakingNews #ViralSports

