PUBLIKAINDONESIA.COM, PARINGIN – Upaya tak biasa dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan. Tragedi banjir bandang yang pernah melanda wilayah pegunungan di Kecamatan Tebing Tinggi kini akan diabadikan dalam bentuk buku dan film dokumenter.


Langkah ini bukan hanya untuk mengenang peristiwa kelam, melainkan menjadi strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana serupa.
Rencana besar tersebut dimulai dari rapat penyamaan persepsi yang digelar di kantor BPBD Balangan, Paringin.
Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak terkait untuk menyusun narasi yang utuh, mengumpulkan data teknis, hingga menggali kembali kesaksian langsung dari para penyintas.
Semua potongan cerita itu nantinya akan dirangkai menjadi dokumentasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menegaskan bahwa proyek ini memiliki tujuan lebih besar dari sekadar dokumentasi sejarah.
“Kami ingin menghadirkan gambaran utuh tentang banjir bandang di Tebing Tinggi, agar menjadi pengingat dan pelajaran penting untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Menurutnya, dokumenter ini akan menjadi “alarm kolektif” bagi masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui film dokumenter dan buku, BPBD akan mengulas secara detail bagaimana banjir bandang terjadi, termasuk pola aliran, dampak terhadap lingkungan, hingga kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.
Pendekatan visual ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih kuat dibanding sekadar informasi tertulis.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga benar-benar memahami bagaimana cara merespons situasi darurat.
Tak berhenti di produksi, hasil dokumentasi ini nantinya akan digunakan sebagai materi sosialisasi ke desa-desa rawan bencana di Balangan.
Fokus utamanya adalah membangun kesadaran di tingkat akar rumput, mulai dari pentingnya menjaga lingkungan hingga kesiapan menghadapi peringatan dini.
“Ini adalah sarana edukasi. Harapannya, masyarakat semakin paham dan siap menghadapi risiko bencana,” tambah Rahmi.
Saat ini, tim penyusun tengah bekerja mengumpulkan berbagai bahan, mulai dari rekaman saat kejadian, dokumentasi kerusakan, hingga wawancara dengan para korban selamat.
Jika seluruh proses berjalan lancar, tahap produksi film dokumenter akan segera dimulai dalam waktu dekat.
Langkah ini menjadi bukti bahwa dari sebuah tragedi, selalu ada pelajaran berharga yang bisa diwariskan bukan untuk dikenang semata, tetapi untuk menyelamatkan masa depan.
#BPBDBalangan #BanjirBandang #TebingTinggi #Balangan #KalimantanSelatan #MitigasiBencana #EdukasiBencana #DokumenterIndonesia #SiagaBencana #BeritaKalsel

