PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Bursa calon Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bank Kaltimtara) kini jadi sorotan. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Borneo Kalimantan angkat suara, menegaskan pentingnya profesionalisme dan transparansi di atas segala kepentingan lain.


Ketua LPKSM Borneo Kalimantan, M. Irfan Fajrianur, menyampaikan hal tersebut usai melakukan diskusi dengan salah satu pejabat perwakilan Bank Kaltimtara di Jakarta.
Menurutnya, memilih pemimpin bank daerah bukan sekadar soal asal-usul atau label “putra daerah”, melainkan tentang kapasitas dan integritas dalam menjaga kepercayaan publik.
Irfan menilai, isu kedaerahan justru berpotensi mengaburkan penilaian objektif terhadap kompetensi calon pemimpin.
“Transparansi itu tidak mengenal istilah putra daerah. Masyarakat harus bijak dan jangan sampai diadu domba oleh isu primordial,” tegasnya.
Ia menambahkan, dalam dunia perbankan, kepercayaan nasabah hanya bertumpu pada sistem yang sehat, laporan yang terbuka, serta manajemen yang profesional.
“Uang nasabah tidak peduli siapa pemimpinnya, yang penting sistemnya aman dan transparan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Irfan juga menyinggung dinamika internal perbankan daerah yang menurutnya sudah menjadi “rahasia umum”.
Ia mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran yang secara teknis terlihat jelas, namun belum diiringi tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Seringkali pelanggaran sudah terang benderang, tapi tindakan aparat seperti tidak terlihat. Ini bisa menjadi sinyal adanya permainan oknum lintas sektoral,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap menaruh harapan kepada pimpinan institusi penegak hukum agar tetap menjaga integritas.
Irfan meyakini, aparat penegak hukum yang berintegritas tidak akan membiarkan lembaga keuangan daerah menjadi ladang permainan pihak tak bertanggung jawab.
“Sinergi antara pimpinan aparat yang jujur dan manajemen bank yang transparan adalah kunci utama perlindungan konsumen,” katanya.
Menariknya, pernyataan ini disampaikan Irfan saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kraton Majapahit Jakarta.
Di lokasi yang sarat nilai sejarah tersebut, ia menyampaikan pesan filosofis tentang pentingnya menjaga marwah lembaga keuangan daerah.
“Sejarah mengajarkan kita bahwa kejayaan hanya bisa dibangun di atas hukum dan keterbukaan. Kita butuh Dirut yang punya nyali menjaga independensi dari intervensi,” ucapnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga Bank Kaltimtara sebagai aset daerah dengan cara yang profesional, transparan, dan berintegritas.
“Jaga aset ini dengan cara ksatria,” pungkasnya.
#BankKaltimtara #DirutBankKaltimtara #LPKSMBorneo #IsuPutraDaerah #TransparansiBank #PerbankanDaerah #KeuanganDaerah #BeritaEkonomi #GoodGovernance #Integritas #AntiKorupsi #Kalimantan #BeritaNasional

