PUBLIKAINDONESIA.COM, BANJARBARU – Sejumlah pelaku usaha di Banjarbaru mengeluhkan beredarnya surat permohonan donasi yang dikaitkan dengan peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru tahun 2026.


Surat tersebut disebut berasal dari panitia kegiatan dan memuat permintaan kepada pihak perusahaan untuk menjadi donatur dalam rangkaian acara.
Dokumen itu diterima tim publika dari salah satu pengusaha setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dalam lampiran surat tersebut, tercantum rincian kebutuhan anggaran yang nilainya cukup besar, yakni mencapai sekitar Rp1.446.099.000 atau mendekati Rp1,5 miliar.
Beberapa pos anggaran yang tercatat di antaranya:
* Seksi lomba dan hiburan: lebih dari Rp712 juta
* Dinas Perdagangan dan Perindustrian: sekitar Rp340 juta
* Serta berbagai kegiatan lain seperti kesehatan, promosi pasar rakyat, hingga keprotokolan
Total keseluruhan anggaran pun menjadi sorotan karena dinilai cukup fantastis.
Pengusaha yang membagikan dokumen tersebut mengaku keberatan dengan pola permintaan donasi yang disebut terjadi secara rutin.
“Tiap tahun lho, sudah tiga tahun di perusahaan ini, tiga tahun juga dimintai terus,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha, terutama jika tidak diimbangi dengan komunikasi atau bentuk keterlibatan lain yang lebih proporsional.
Ia juga membandingkan praktik tersebut dengan daerah lain di Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Di wilayah tersebut, perusahaan umumnya hanya menerima undangan resmi untuk menghadiri perayaan hari jadi, tanpa adanya permintaan kontribusi dana secara langsung.
“Di daerah lain paling cuma undangan saja, tidak ada permintaan donasi seperti ini,” ujarnya.
Minim Undangan, Fokus ke Donasi
Hal lain yang disoroti adalah minimnya undangan resmi kepada pihak perusahaan dalam kegiatan seremonial.
Menurutnya, di Banjarbaru justru yang diterima lebih banyak berupa permintaan donasi dibanding ajakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan.
“Kalau di sini, undangan hampir tidak ada. Yang ada justru permintaan donasi,” tambahnya.
Keluhan ini pun memunculkan harapan agar pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pembiayaan kegiatan Hari Jadi Kota Banjarbaru.
Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif, sekaligus menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
#Banjarbaru #HariJadiBanjarbaru #BeritaKalsel #Pengusaha #Donasi #AnggaranDaerah #ViralBanjarbaru #Transparansi #EkonomiDaerah #BreakingNews #KalimantanSelatan

